HETANEWS

Selebgram Hong Kong Dideportasi dari Singapura karena Gelar Diskusi Bahas Aksi Protes Negaranya

Selebgram Hong Kong Dideportasi dari Singapura karena Gelar Diskusi Bahas Aksi Protes Negaranya

Hong Kong, hetanews.com - Singapura mendeportasi bintang YouTube Hong Kong setelah sang selebgram mengadakan pertemuan kecil untuk membahas protes yang mengguncang kota asalnya. Hong Kong dilanda aksi protes dan kekerasan selama enam bulan terakhir.

Elit Singapura semakin khawatir akan kerusuhan yang terjadi di pusat keuangan saingannya, Hong Kong. Menurut pengamat, Singapura khawatir hal itu dapat menginspirasi demonstrasi di negara mereka yang dikontrol ketat, di mana protes jarang terjadi.

Polisi meluncurkan penyelidikan setelah Alex Yeung, seorang pemilik restoran pro-China yang dikenal karena ocehan anti-protesnya di YouTube, mengorganisir pertemuan bulan lalu di sebuah bar dengan beberapa orang, sebagian besar warga Hong Kong.

Mengorganisir pertemuan umum tanpa izin polisi di Singapura dapat dikenai hukuman denda hingga 5.000 dolar Singapura. Jika pelanggaran itu kembali terjadi, dapat didenda hingga 10.000 dolar Singapura atau dipenjara maksimal enam bulan atau keduanya.

Namun, setelah menyelesaikan penyelidikan mereka, polisi memutuskan hanya memberi Yeung peringatan dan mengirimnya kembali ke Hong Kong.

"Singapura selalu jelas bahwa orang asing tidak boleh mengadvokasi tujuan politik mereka di Singapura, melalui pertemuan publik, dan cara-cara terlarang lainnya," demikian pernyataan polisi, seperti dilaporkan AFP, Jumat (22/11/2019).

Dalam video yang diposting setelah polisi meluncurkan penyelidikan, Yeung menuduh pendukung protes Hong Kong merencanakan agar dia hadir dalam pertemuan itu.

Hong Kong diguncang hampir enam bulan demonstrasi yang semakin keras. Para pemrotes menyerukan kebebasan demokrasi dan penyelidikan terhadap polisi.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan bulan lalu bahwa negaraya akan "selesai" jika protes serupa meletus di sana.

"Tidaklah mungkin untuk memerintah Singapura, untuk membuat, dan melaksanakan keputusan sulit atau merencanakan kebaikan jangka panjang bagi bangsa," katanya, merujuk apabila terjadi aksi serupa di Singapura.

sumber: inews.id

Editor: sella.