HETANEWS

Berpose dengan Mayat Anggota ISIS, Anggota Navy SEAL Mungkin Dipecat

Komandan Operasi Khusus Angkatan Laut AS Edward Gallagher dan istrinya, tiba di pengadilan militer di Pangkalan AL San Diego, 1 Juli 2019.

Washington, D.C., hetanews.com - Para pejabat Angkatan Laut Amerika sedang mengkaji apakah seorang anggota unit khusus AL SEAL, yang dihukum karena berpose dengan mayat anggota militan ISIS, tetap bisa bertugas dalam pasukan elit itu.

Para pejabat juga sudah memberitahu tentara tersebut mengenai hal itu.

Pada 2018, Sersan Dua Edward Gallagher dinyatakan bersalah melakukan kejahatan perang ketika bertugas di Irak pada 2017. Ia dinyatakan tidak bersalah membunuh pejuang ISIS yang terluka dan menembaki warga sipil. Ia dihukum karena berpose dengan militan yang sudah mati. Akibatnya, pangkatnya diturunkan.

Pekan lalu, Presiden Donald Trump memaafkan Gallagher dan memulihkan pangkat dan gajinya. Trump juga mengampuni dua tentara lain yang terlibat kemungkinan kejahatan perang.

Hari Rabu, Gallagher dan tiga penyelianya di Irak diberitahu, kasus mereka akan ditinjau ulang. Keempatnya harus hadir di hadapan dewan pengkaji, Trident Review Board, di mana sesama anggota SEAL akan memutuskan apakah mereka layak untuk tetap bergabung dalam unit elit itu.

Pengacara Gallagher menuduh Angkatan Laut melakukan balas dendam terhadap Trump. Mereka mengajukan keluhan, menuduh Laksamana Muda Collin Green, komandan perang khusus Angkatan Laut, membangkang karena melawan keputusan Trump. 

Sumber: voaindonesia.com

Editor: tom.