HETANEWS

Drama Kampus Hong Kong Berlanjut

Para pengunjuk rasa di aula olahraga Polytechnic University, Hong Kong, 20 November 2019.

Hong Kong, hetanews.com - Sekelompok kecil pengunjuk rasa, Kamis (21/11) masih bersembunyi di dalam sebuah kampus universitas Hong Kong sementara partai politik pro-Beijing terbesar di kota itu mendesak para pemilih untuk “menyingkirkan kekuatan hitam” dalam pemilu mendatang yang dianggap sebagai penentu penting mengenai dukungan publik bagi protes antipemerintah.

Setidaknya beberapa puluh demonstran di Hong Kong Polytechnic University, yang telah dikepung polisi selama berhari-hari, menolak permintaan untuk menyerah di tengah-tengah kekhawatiran mereka akan ditangkap. Mereka adalah bagian dari kelompok yang lebih besar yang menduduki kampus setelah melawan polisi pada akhir pekan lalu. Sekitar 1.000 demonstran telah menyerah atau dicegat sewaktu berusaha melarikan diri.

Partai politik terbesar Hong Kong mengecam kekerasan dalam pekan lalu dan mendesak sekitar 4,1 juta pemilih untuk menggunakan suara mereka pada hari Minggu untuk mengusir “kekuatan hitam” yang telah membuat teritori semiotonom China itu terjerumus ke dalam pergolakan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Juni lalu.

“Kekuatan hitam menyatakan mereka ingin memperjuangkan kebebasan tetapi sekarang warga tidak dapat mengungkapkan pandangan mereka secara bebas. Hak kita untuk pergi sekolah dan bekerja telah dilucuti,” kata Starry Lee, ketua Aliansi Demokratik untuk Perbaikan dan Kemajuan Hong Kong.

Partai itu memperebutkan 181 dari 452 kursi dewan distrik, pemilihan tingkat rendah yang diadakan setiap empat tahun. Untuk pertama kalinya, semua kursi akan diperebutkan dan kemenangan besar oleh blok prodemokrasi dapat memperkuat legitimasi gerakan protes.

Demonstran, yang meyakini China meningkatkan kontrolnya atas teritori itu, menuntut pemilu yang sepenuhnya demokratis dan penyelidikan independen terkait dugaan kebrutalan polisi terhadap para demonstran.

Sumber: voaindonesia.com

S

Editor: tom.