HETANEWS

Beli Sabu Melalui Kurir, Dua Warga Bandar Jadi Terdakwa

Dua terdakwa meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Ibrahim Hasibuan (25), bersama Riki (DPO), terungkap membeli sabu dari Encet (DPO), melalui kurirnya, terdakwa Suhanda als Wanda (24).

Ibrahim dan Wanda, disidangkan terpisah, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (21/11/2019).        

Agenda persidangan siang itu, mendengarkan keterangan saksi Andi Nainggolan dan Leo Silalahi (Anggota Polres Simalungun) yang melakukan penangkapan. Menurut saksi, mereka lebih dulu menangkap Ibrahim yang berboncengan dengan Riki, di pom bensin Perdagangan, pada Rabu, 19 Juni 2019, lalu.       

Tapi Riki berhasil melarikan diri dan Ibrahim, diamankan bersama barang bukti sabu dalam kotak Sempurna seberat 0,15 gram (bruto).

Diakui terdakwa Ibrahim, jika sabu itu dibeli dari Encet, melalui Wanda, seharga Rp 200 ribu.        

Wanda pun berhasil ditangkap dan diadili. Keterangan saksi dibenarkan Ibrahim dan Wanda. Namun saat pemeriksaan Wanda dan Ibrahim (saling bersaksi), terdakwa Wanda mencoba berbohong dan hakim sempat marah.        

Karena menurut Wanda, dirinya tidak ada menjual sabu kepada Ibrahim. Tapi Riki yang langsung memberikan uang kepada Encet. Terdakwa Wanda, coba berdalih karena Riki dan Encet tidak tertangkap (DPO).        

Keduanya, warga Kecamatan Bandar, dijerat jaksa Devica Octaviniwaty SH, dengan pasal 114 atau pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Sintong Sihombing SH dan Harfin Siagian SH.         

Didalam berkas penyidik Polri, dalam pemeriksaan sebagai tersangka tertera nama Herman Rumahorbo SH, sebagai pengacara prodeo yang mendampingi tersangka di kepolisian. Faktanya, Jerman Rumohorbo hanya numpang nama saja.

Setelah ditanya pengacara di sidang siang itu, terdakwa Ibrahim dan Wanda menyebutkan, tidak ada didampingi pengacara saat diperiksa penyidik. "Tidak ada pak,"kata terdakwa.         

Majelis hakim menunda persidangan hingga sepekan untuk pembacaan tuntutan. Sidang dipimpin hakim Roziyanti SH, didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH, ditutup dan dibuka kembali pada pekan depan.

Penulis: ay. Editor: gun.