HETANEWS

Polisi Tangkap Cucu yang Tendang dan Tempeleng Kakek hingga Tersungkur di Kendal

Polisi saat memborgol Yusminardi, cucu yang menganiaya kakeknya di Kendal. Tampak sang kakek menangis bersedih dengan penangkapan tersebut.

Kendal, hetanews.com - Jagat maya dibuat gempar dengan beredarnya video pendek seorang cucu menganiaya kakeknya. Pelaku beberapa kaki menendang korban yang sudah dalam posisi tersungkur dan hanya dapat bertahan. Bahkan dalam satu tayangan, tampak pelaku menempeleng wajah korban.

Video yang viral dan menuai kecaman warganet ini terjadi di Dukuh Deles, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kendal, Jawa Tengah. Kejadian pada Minggu (18/11/2010), namun videonya baru beredar luas pada Rabu (20/11/2019).

Polisi yang mendapat informasi pun menangkap pelaku karena dinilai telah menimbulkan keresahan. Dia diamankan ke Polsek Limbangan untuk diminta keterangan pada Kamis (21/11/2019).

Identitas pelaku penganiayaan yakni Yusminardi (22). Kepada petugas dia mengaku tidak tahu jika kejadian itu direkam hingga akhirnya viral.

Pengakuannya, semua bermulai karena rasa emosi hingga memicu kemarahannya yang tak terkendali.

“Saya juga tidak tahu kenapa bisa sampai seperti itu. Saya hanya lagi emosi,” ujar Yusminardi.

Menurut pelaku, emosinya tersulut lantaran sewaktu mandi mendapati ada pelet atau pakan ikan dalam bak pemampungan air. Bahkan, beberapa pelet sempat masuk ke mulut saat dia berkumur dan sikat gigi.

“Awalnya lagi bersihin tempat ikan. Saya sudah pindakan ikannya ke tempat lain. Tapi ikan itu dimasukkan kakek saya ke dalam bak mandi dan diberi makan. Di situlah saya merasa emosi,” katanya.

Yusminardi mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya. Dia juga pasrah jika harus mendapat ganjaran atas perbuatannya.

Sementara Wasidi, kakek pelaku sekaligus korban penganiayaan dalam kejadian tersebut tak sekalipun marah. Dia beberapa kali memohon polisi agar jangan membawa dan memborgol cucu yang menganiayanya. Wasidi bahkan memeluk dan mengecup cucu hingga meneteskan air mata ketika polisi membawanya ke Unit PPA Polres Kendal.

Kapolsek Limbangan Iptu Agus Riyanto mengatakan, kejadian penganiayaan masih dalam pendalaman. Pelaku tidak mengetahui perbuatannya direkam sepeupunya yang masih kelas V SD hingga akhirnya viral.

“Mereka sudah saling maaf memaafkan. Karena masih keluarga, mereka meminta agar kasus ini tidak berlanjut,” kata Agus.

Diketahui, pelaku sejak masih kecil sudah ikut tinggal bersama korban. Dia baru pulang bekerja di Malaysia. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lanjutan, sedangkan ponsel yang digunakan untuk merekan telah diamankan sebagai barang bukti.

sumber: inews.id

Editor: sella.