HETANEWS

Raja Salman Desak Pemerintah Iran Hentikan Kebijakan yang Bikin Rakyatnya Menderita

AS, hetanews.com - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mendesak Iran untuk meninggalkan ideologi ekspansionis yang membahayakan rakyatnya. Pernyataannya ini disampaikan Raja Salman terkait unjuk rasa yang menelan korban jiwa.

Gelombang demonstrasi meletus sejak Jumat pekan lalu terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM menggunakan skema baru hingga 200 persen.

"Kami berharap rezim Iran memilih cara bijaksana dan menyadari tidak ada cara untuk melemahkan posisi internasional yang menolak praktik-praktik tersebut, tanpa meninggalkan pemikiran ekspansionis dan destruktif yang telah merugikan rakyatnya sendiri," kata Raja Salman, dalam pidatonya kepada anggota Majelis Syuro, dikutip dari AFP, Kamis (21/11/2019).

Kebijakan ekspansionis Iran dicurigai memberikan dampak pada konflik Timur Tengah, seperti Suriah serta perang Yaman. Para pemimpin Saudi juga menuduh Iran mendukung gerakan Syiah di kawasan.

Diketahui, Arab Saudi memimpin koalisi untuk memerangi pemberontak Houthi di Yaman yang menggulingkan pemimpin yang sah sejak 2015.

"Kerajaan (Saudi) ikut menderita karena kebijakan dan praktik rezim Iran dan proksinya," kata Raja Salman, seraya menegaskan bahwa pemerintah Saudi tidak ingin berperang namun selalu siap membela rakyat.

Raja Salman juga berharap adanya penyelesaian krisis politik di Yaman, di mana pemberontak Houthi terus berupaya melemahkan pemerintahan yang sah.

Saudi dan sekutunya berusaha mengambil alih ibu kota Sanaa setelah diduduki Houthi sejak 2015. Saat ini kota besar lainnya, Aden, sudah diambil alih.

Kesepakatan damai dan pembagian kekuasaan antara kelompok separatis Yaman selatan yang dimediasi Saudi baru-baru ini membuka pintu bagi pembicaraan lebih luas untuk mengakhiri konflik.

Ketegangan antara Saudi dan Iran meningkat belakangan ini setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas minyak Aramco.

Serangan terhadap dua fasilitas minyak Aramco terjadi pada 14 September lalu yang berdampak pada berkurangnya pasokan minyak dunia hingga 5-6 persen. Saudi menuduh Iran terlibat berdasarkan senjata yang digunakan. Namun pemberontak Houthi mengklaim mereka pelakunya.

sumber: inews.id

Editor: sella.