HETANEWS

Filipina Larang Rokok Elektrik, Menghisap di Tempat Umum Bisa Ditangkap

Presiden Filipina Rodrigo Duterte - Reuters

Jakarta, hetanews.com - Presiden Pilipina Rodrigo Duterte berjanji akan menghentikan impor produk rokok elektrik ke negara itu dan melarang penggunaannya di tempat-tempat umum.

"Saya akan melarangnya, penggunaan dan impornya. Saya sekarang memerintahkan lembaga penegak hukum untuk menangkap siapa pun yang vaping (menghisap rokok elektrik) di depan umum,” kata Duterte pada briefing televisi pada Selasa (19/11/2019).

“Rokok elektrik mengandung nikotin dan bahan kimia lain yang tidak kita ketahui," katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Larangan itu muncul beberapa hari setelah Departemen Kesehatan mengatakan bahwa seorang remaja di Filipina yang telah mengonsumsi rokok elektrik selama 6 bulan dan juga merokok, didiagnosis menderita cedera paru-paru.

Ini merupakan kasus pertama yang diketahui di Asia, dan telah membunuh hampir 40 orang di AS dan menjangkiti hampir 2.000 orang.

Kasus dengan cepat mengubah sikap peraturan global terhadap industri rokok elektrik yang baru lahir. Setelah sempat dianggap sebagai alat yang berguna untuk membantu perokok berhenti, vaping sekarang dilarang oleh sekitar 30 negara termasuk India dan Brasil.

Pernyataan Duterte tidak terduga, padahal Menteri Keuangan Filipina Carlos Dominguez mengatakan bulan lalu bahwa larangan rokok elektrik tidak mungkin diberlakukan dan kemungkinan hanya dikenakan pajak yang lebih tinggi.

Filipina dipandang oleh produsen rokok elektrik seperti Juul Labs Inc., sebagai salah satu pasar yang menjanjikan di Asia Tenggara.

Sumber: bisnis.com

Editor: tom.