HETANEWS

Komisi III DPR Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Novel

MI/M.Irfan Kapolri Jenderal idham Azis saar RDP dengan Komisi III DPR di kompleks parlemen, Rabu (20/11)

Jakarta, hetanews.com - Komisi III DPR RI meminta Korps Bhayangkara untuk segera menuntaskan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Hingga saat ini insiden yang terjadi pada April 2017 itu belum menemui titik terang.

Urungnya penyelesaian kasus tersebut, kata Anggota Komisi III Arsul Sani, dikawatirkan dapat membebani dan menimbulkan prasangka terlalu jauh terhadap institusi kepolisian. Perkara tersebut pun sedianya tetap mendapatkan perhatian khusus.

“Kami berharap ada progres yang bisa di-update ke Komisi III terus menerus. Kalau sekarang belum ada progresnya, ya apa mau dikata. Tapi ini sekali lagi kami berharap ini jadi atensi khusus Pak Kapolri,” ujar Arsul dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III dengan Kapolri Jenderal Idham Azis di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/11).

Anggota Komisi III lainnya, Benny K Harman mempertanyakan kendala yang dihadapi kepolisian sehingga sulit mengungkap identitas pelaku penyiraman tersebut.

Ia pun membandingkan kerja kepolisian ketika menangani kasus terorisme, seperti yang terjadi di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, akhir pekan lalu. Menurut dia, dalam kasus terorisme itu Polri bekerja cepat dan langsung meringkus para pelakunya.

"Mengapa kasus Novel Baswedan belum serta mengapa lama sekali? Takutnya ini menjadi utang politik, utang hukum Bapak Presiden Joko Widodo nantinya. Oleh sebab itu, mohon sungguh-sungguh Pak ungkapkan siapa pelakunya. Saya tahu pasti Pak Kapolri tahu siapa pelakunya. Tinggal ada kemauan tidak untuk, ya menangkapnya,” kata Benny.

Kapolri Jenderal Idham Azis, menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Ia mengaku dalam beberapa pekan ke depan akan ada temuan dan perkembangan yang signifikan.

"Sehingga kita bisa secepatnya mengungkap. Kebetulan saya masih Kabareskrim, belum ada pengganti saya, masih di proses di Wanjakti (Dewan Jabatan dan Kepangatan Tinggi), sehingga saya yakinkan kita terus bekerja dan bekerja,” tandasnya.

Sumber: mediaindonesia.com

Editor: tom.