HETANEWS

Komisi II Soroti Kebijakan Direksi PDAM Tirtauli, Pekerjakan Mantan Napi

Ferry SP Sinamo

Siantar, hetanews.com - Komisi II DPRD Pematangsiantar menyoroti kebijakan direksi PDAM Tirtauli yang diduga kembali mempekerjakan 3 pegawai mantan Narapidana. Komisi II menilai kinerja direksi semakin merosot. 

Wakil ketua Komisi II, Ferry SP Sinamo mengatakan, sesuai dengan peraturan PDAM, bagi pegawai yang ditetapkan sebagai tersangka sebelum mendapat putusan inkrah dibayarkan gajinya 50 persen.

Begitu ada keputusan berkekuatan hukum tetap atau inkrah, kata dia, pegawai tersebut langsung diberhentikan secara tidak hormat. Sementara jika tidak terbukti, gaji 50 persen yang diterima tadi akan dikembalikan.

"Ada disitu [PDAM Tirtauli] 3 pegawai yang sudah ada putusan pengadilan tetap. Malah dikukuhkan balik, dipekerjakan balik kan aneh," katanya, Rabu (20/11/2019).

"Ini sudah ada keputusan pengadilan toh juga masih ditindak," katanya.

Baca juga: Wali Kota Akhirnya Melantik Jajaran Direksi PDAM Tirtauli Periode 2018-2022

Masih kata Ferry, seharusnya direksi mematuhi peraturan perundang-undangan yang ada. 

"Direksi itu disana harusnya mematuhi perundang-undangan yang ada, peraturan perusahaan yang ada, maka itu tugasnya direksi sebagai manajemen kan, nah kenapa itu tidak dilakukan?," ucapnya.

Hanya saja, Ferry lupa menyebutkan peraturan PDAM yang dimaksud. Tapi, sesuai dengan peraturan perusahaan, sambung Ferry, hal itu juga tidak diperbolehkan. 

Hingga berita ini diturunkan, jajaran direksi PDAM Tirtauli belum berhasil ditemui untuk memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

Baca juga: Zulkifli Lubis Sebut Meter Produksi PDAM Tirtauli Tak Berfungsi

Penulis: gee. Editor: edo.