HETANEWS

Banyak Bayi Terpapar Merkuri di Lokasi Tambang Emas Madina, Begini Kata Polda Sumut

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Mandailing Natal, hetanews.com - Polisi akan menelusuri aktivitas penambangan emas liar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebab, bukan hanya merusak lingkungan, kegiatan tambang ini diduga membuat sejumlah bayi lahir di daerah tersebut mengalami kelainan organ.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja mengatakan, pihaknya akan menelusuri hadirnya tambang ilegal di kawasan Madina Sumut. Selain itu, polisi juga siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai aktivitas penambangan tersebut.

"Kita akan bersinergi dengan pemerintah daerah dan melibatkan tokoh tokoh yang ada. Kemudian aparat setempat," kata Kombes Pol Tatan kepada wartawan di Mapolda Sumut, Kota Medan, Rabu (20/11/2019).

Tatan meminta semua pihak untuk menunggu hasil komunikasi antara kepolisian dengan pemerintah daerah serta para tokoh. Petugas sementara belum bisa memastikan akan ada upaya penindakan tersebut.

"Kita tetap melakukan upaya upaya pendekatan persuasif," ujar dia.

Sebelumnya, Bupati Madina Dahlan Hasan menerbitkan surat edaran bupati Nomor 540/3521/TUPIM/2019 tentang Pertambangan Liar. Aktivitas tambang tersebut diduga membuat bayi lahir di dekat lokasi tersebut mengalami cacat organ karena terpapar zat merkuri.

Kelainan bayi cacat itu bermacam-macam, mulai dari bayi dengan kondisi usus di luar (gastroschisis), bayi bermata satu atau cyclopia, hingga anencephaly atau kelainan pada tengkorak kepala.

"Iya, karena terkadang ibunya lagi kerja di tempat mesin (pemisah) emas, sehingga walau bagaimana pun mereka pasti terkena imbas dari merkuri itu," ujarnya.

Dahlan menjelaskan, selama dua tahun terakhir, tambang emas liar milik masyarakat terus bermunculan di Madina Sumut. Jumlahnya semakin banyak, dan semakin menyebar di area perkampungan warga.

sumber: inews.id

Editor: sella.