HETANEWS.COM

Diadukan Pengemudi Ojol ke KPPU karena Dinilai Hambat Persaingan Usaha, Ini Kata Grab

Kuasa Hukum Grab, Djono saat ditemui di Kantor KPPU Medan, Sumut, Rabu (20/11/2019).

Medan, hetanews.com - PT Grab Indonesia merespons unjuk rasa pengemudi ojek online (ojol) di Kantor Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah I Kota Medan karena menilai perusahaan aplikasi ojol itu menghambat persaingan usaha. Grab menegaskan tidak pernah menghambat persaingan usaha.

Kuasa Hukum PT Grab, Djono menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menghambat persaingan. Sebaliknya, Grab memiliki sejumlah program yang ditawarkan kepada para mitra Grab atau pengemudi ojol. Program yang diterapkan juga berlaku secara global.

“Ada program silver, elite, dan elite plus dan bisa diakses oleh publik di website dan bisa diakses oleh semua. Jadi itu untuk driver TPI, non-TPI, koperasi, dan apa pun itu namanya sama,” kata Djono di Kantor KPPU Medan, Rabu (20/11/2019)

Sebagai pihak aplikator ojol, Djono menerangkan bahwa Grab menjalin kerja sama dengan ratusan perusahaan rental mobil dan koperasi. Seluruh program yang ada di Grab berlaku untuk semua pihak, baik tergabung dalam rental mobil seperti PT TPI, koperasi, maupun individu.

“Jadi bagi yang berprestasi, ratingnya tinggi, yang rajin, tentu akan mendapat sedikit kelebihan tadi. Jadi diskriminasi di mana,” ujarnya lagi.

Diketahui, puluhan pengemudi ojol Grab menggelar unjuk rasa di depan Kantor KPPU Wilayah I Kota Medan, di Jalan Gatot Subroto, Rabu (20/11/2019). Aksi ini menyikapi kasus antara pengemudi dan Grab terkait dugaan persaingan usaha tidak sehat dalam sistem orderan di aplikasi Grab.

Wakil Ketua DPD Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski) Kota Medan, Muhammad Fadli mewakili para pengemudi Grab mengatakan, unjuk rasa yang mereka lakukan bentuk dukungan kepada rekan mereka yang saat ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus antara pengemudi dan manajemen Grab.

“Kami nggak menuntut. Kami hanya memberikan dukungan kepada kawan-kawan yang menjadi saksi. Kami juga memberikan dukungan kepada KPPU agar tidak diintervensi oleh pihak mana pun dan tetap independen,” ujar Muhammad Fadli.

sumber: inews.id

Editor: sella.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!