HETANEWS

Usulan Check up Otak Anggota DPRD Pematangsiantar Ditolak

30 Anggota DPRD Pematangsiantar saat diambil sumpah jabatanya, 2 September 2019

Siantar, hetanews.com - Anggota DPRD Pematangsiantar mewacanakan check up otak agar ditampung dalam R APBD 2020. Plt Sekretaris Dewan [Sekwan] Wanden Siboro menolak usulan itu, sebab tertera dalam draft RKA yang disusun hanya medical check up di rumah sakit bukan check up otak.

Wanden Siboro mengakui dalam aturan ada medical check up atau pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, kepada anggota dewan sekali dalam satu tahun. Namun permintaan check up otak itu dia rasa tidak masuk akal. 

"Itu gak bisa, apa lah kriteria check up di rumah sakit. Apa check up otak? Kan gak juga, kan itunya," kata Wanden kepada awak media di kantor DPRD, Selasa (19/11/2019) siang.

Wanden mengungkapkan, anggaran check up per satu anggota DPRD Rp 6 Juta. Ada 30 jumlah anggota DPRD Pematangsiantar yang akan check up satu kali dalam satu tahun. 

Wanden enggan mengakui wacana check up itu disampaikan saat rapat sekretariat dewan dengan Badan Anggaran [Banggar] DPRD Pematangsiantar Senin (18/11) pagi. Kata Wanden, itu sifatnya internal

"Itu bukan rapat anggaran, itu kan curhat-curhat bagaimana misalnya gitu, itu internal. Di internal rapat DPRD semalam pagi. Gak ada masuk ke Banggar itu,"  imbuhnya.

Bahkan Wanden juga menolak menyebut oknum Anggota DPRD atau fraksi DPRD mana yang memulai membuat wacana check up otak tersebut. 

Tapi dia mengakui, yang mewacanakan itu hanya beberapa orang Anggota DPRD saja. Saat usulan check up otak itu, kata dia, sempat bikin anggota DPRD lain tertawa.

Begitu pun, lanjut Wanden, dirinya langsung membantah usulan itu. "Iya jelas secara aturan kan, mana ada [check up otak], Mana ada bisa kita asal-asal tampung," ungkapnya.

"Karna itu kan ada aturannya itu, misalnya medical check up itu apa, kan gitu nya. Namanya medical check up," cecarnya. 

Wacana check up otak, walau sudah ada medical check up, Anggota DPRD dirasa juga perlu mengetahui jika saat ini ada BPJS. "Kita kan ada BPJS kalau misalnya sakit. Iya kalau check up kan itu hanya pemeriksaan kesehatan saja," katanya.

Menurutnya, check up otak yang diwacanakan bukan dari bagian dari medical cek up dari rumah sakit, tapi pemeriksaan khusus. Selain minta check up otak, ungkap Wanden, Anggota DPRD juga sempat minta telepon genggam.

Baca juga: Timbul Lingga dan Mangatas Silalahi Pimpinan DPRD Siantar Sementara

 

Penulis: gee. Editor: edo.