HETANEWS

KNPI Surati Presiden Jokowi Soal Masjid ‘Disulap’ Gedung Telkom

Tampak Masjid Al-Jihad sebelum dirobohkan (kiri) dan Gedung Balei Merah Putih PT Telkom. Foto: ist

Siantar, hetanews.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia menyurati Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait bangunan masjid yang ‘disulap’ jadi bangunan super megah milik PT Telkom di Pematangsiantar. Mereka mendesak agar masjid dibangun kembali dan meminta presiden mencopot Dirut PT Telkom Indonesia.

Melalui surat yang dibuat pada 18 Nopember 2019, DPD KNPI Pematangsiantar menyatakan bahwa di lokasi tersebut terdapat Masjid Al-Jihad yang didirikan Tahun 2005, dengan status tanah wakaf terdaftar di Sistem Informasi Masjid Kementerian Agama dengan Nomor ID 01.6.02.27.02.0000.29  dengan tipologi sebagai masjid jami'

Masjid tersebut, lanjutnya dipergunakan untuk umat Islam untuk salat lima waktu maupun salat jumat berjamaah.

Mereka menduga PT Telkom Indonesia yang membangun Gedung Balei Merah Putih di lokasi sudah melukai hati masyarakat terkhusus umat Islam karena telah berani merobohkan, merusak, membumihanguskan Masjid Al-Jihad dan mengganti dengan gedung megah untuk memperlancar usaha.

Lanjut dalam surat dikatakan, terkhusus umat Islam merasa sangat terhina, terjolimi karena hak untuk beribadah dikebiri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga kami merasa bahwa kami didiskreditkan, didiskriminasikan, adanya penistaan terhadap agama Islam.

Mereka juga mengatakan, bahwa setahun sudah masjid Al-Jihad dirobohkan, seribu pemuda/umat Islam Siantar siap pasang badan, walaupun harus kehilangan nyawa.

Hilangnya masjid dikatakan merupakan bentuk intimidasi PT Telkom  Indonesia bagi umat Islam di Pematangsiantar yang terkenal sebagai kota toleran di negeri ini.

Berikut desakan terhadap Presiden Jokowi yang dituangkan dalam surat tertanda Ketua DPD KNPI Pematangsiantar Ilal Mahdi Nasution dan Wakil Sekretaris Ali Yusuf Siregar:

Mendesak PT Telkom Indonesia untuk membangun kembali Masjid Al–Jihad dalam bentuk semula dan letaknya juga ditempat semula.

Meminta adanya balasan surat ini guna sebuah kepastian hukum untuk membangun kembali masjid tersebut.

Meminta kepada pihak Pemko Pematangsiantar untuk ikut serta atas penyelamatan bangunan masjid tersebut.

Meminta PT. Telkom Indonesia untuk meminta maaf kepada umat Islam di Pematangsiantar melalui media nasional maupun lokal selama 7 (tujuh) hari berturut-turut.

Terakhir, meminta Menteri BUMN mencopot Dirut PT. Telkom Indonesia dan Kepala Cabang PT. Telkom Indonesia Pematangsiantar.

Penulis: tim. Editor: bt.