Medan,Sumatera Utara, hetanews.com - Gubernur Edy Rahmayadi merangkul unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk kompak dan bersinergi menangani beragam persoalan yang dapat menghambat kemajuaan Sumatera Utara.


Adapun persoalan penting yang disebutkan gubernur, diantaranya virus hog cholera babi, limbah merkuri di Kabupaten Madina, keamanan dan kemudahan investasi pariwisata, stunting hingga tentang pelayanan terhadap ibu hamil.


"Saya mengajak semua stakeholer lintas sektoral untuk duduk bersama, guna menyelesaikan persoalan kita hadapi ini," kata Edy Rahmayadi didampingi Sekdaprovsu R Sabrina pada rapat bersama Forkopimda Sumut, di kantor gubernur Senin kemarin.

Saat ini, sambung Edy, Pemprov Sumut fokus membangun pariwisata daerah. Antara lain dengan menggandeng sejumlah investor lokal dan luar negeri, dalam membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur pendukung.


"Investor tidak akan menanamkan investasinya ke daerah ini jika tidak ada jaminan keamanan, serta perizinan yang berbelit-belit. Saya berharap dukungan semua pihak untuk mewujudkan iklim usaha yang kondusif, sehingga membuat nyaman para investor untuk berinvestasi di Sumatera Utara," tegasnya.


Terkait kasus virus hog cholera babi, Edy mengatakan perlunya tindakan segera yang melibatkan semua pihak, agar penyebaran wabah ini tidak semakin meluas.


"Tindakan tegas terhadap pelaku pembuang bangkai babi ke sungai perlu dilakukan untuk memberikan efek jera. Karena hal ini sudah membuat keresahan di tengah masyarakat. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan perlu berkoordinasi dengan instansi penegak hukum," kata Edy.


Gubernur Edy Rahamyadi juga menyinggung tentang kandungan merkuri di aliran sungai di Kabupaten Mandailin Natal (Madina), yang duga disebabkan merebaknya tambang emas illegal sepanjang aliran sungai sehingga membahayakan kesehatan masyarakat.


Oleh karena itu, gubernur mengimbau Forkopimda Daerah untuk bersatu dan bersinergi dalam menangani persoalan ini sehingga tidak menyebabkan kerusakan lingkungan, juga dapat merusak generasi muda penerus bangsa.


Kolonel Inf Edi Hartono yang hadir mewakili Pangdam I/BB, menyambut baik apa yang disampaikan Gubernur. Untuk itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan jajaran di daerah, agar segera melakuan berbagai tindakan yang dianggap perlu. Serta berkoordinasi dengan unsur Forkopimda di daerah, untuk melaksanakan sesuai harapan Gubernur Edy.

Sumber: sindonews.com