HETANEWS

Geruduk Kantor Polres Siantar, Massa GMKI Minta Semua Jenis Judi Ditertibkan

GMKI ketika berjalan menuju kantor Polres Siantar. (foto/res)

Siantar, hetanews.com – Massa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Siantar-Simalungun, geruduk kantor Polres Siantar, Selasa (19/11/2019), sekira pukul 11.30 WIB.

Kedatangan mereka, untuk mendesak petugas kepolisian agar menutup semua perjudian, baik itu toto gelap (Togel), maupun gelanggang permainan (Gelper) yang berada dikota Siantar-Simalungun ini.

Kordinator aksi, May Luther Sinaga menyatakan, perjudian berkedok permainan ketangkasan tersebut, menyebabkan keresahan dan kegelisahan di masyarakat.

Aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 20 orang tersebut, menyampaikan sejumlah tuntutan yang harus dilakukan pihak Polres Siantar.

"Mendesak institusi kepolisian dengan segera memberantas perjudian, sarang judi dan bandar judi. Hentikan komersialisasi aset negara untuk kepentingan maksiat, utamakan kepentingan orang banyak yakni ketertiban, ketenteraman dan keamanan masyarakat di atas kepentingan-kepentingan lainnya, meminta Kapolda untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Siantar, membersihkam pelajar berseragam memasuki tempat hiburan, bilyar dan warung internet (Warnet) khususnya jam sekolah," teriak May, di depan petugas kepolisian Polres Siantar.

Kasat Sabhara, AKP Muri Yasnal, ketika memberikan tanggapan di depan massa GMKI. (foto/res)

Menanggapi hal itu, Kasat Sabhara Polres Siantar, AKP Muri Yasnal mengatakan, bahwa masalah perjudian akan segera ditindak lanjuti pihaknya.

"Masalah ini akan kita tindak lanjuti, sesusai dengan apa yang dikatakan oleh GMKI. Kami siap untuk menindak perjudian dan segera akan kami tangani, termasuk bandar - bandar yang ada akan kita tangangi,"ucap AKP Muri Yasnal, sambil memegang pengeras suara.

Selain itu, masih katanya, petugas Polres Siantar sudah menindak masalah perjudian, dan sudah ada 32 kasus yang mereka tindak selama tahun 2019.

Hanya saja, tanggapan dari Kasat Sabhara ini, menuai protes dari May.

Menurutnya, kalau petugas kepolisian sudah terlambat untuk menindaklanjuti perjudian tersebut.

"Kami mau kepastian dari Polres Siantar untuk menindak lanjuti perjudian. Polisi harus berhentikan judi yang ada di kota Pematangsiantar, bukan dengan kata-kata segera,"akhir May dalam orasinya.

Penulis: res. Editor: gun.