HETANEWS.COM

Tersangka Teroris di Medan Tak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyebut sudah 23 tersangka diamankan terkait bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan pada Rabu pagi (13/11/2019). Mereka berlatih di Tanah Karo.

Medan,Sumatera Utara, hetanews.com - Hingga Senin (18/11/2019) sore, jumlah tersangka dalam kasus terorisme di Medan sebanyak 26 orang.

Sebagian di antaranya masih dalam kategori usia milenial, antara 22-28 tahun.  Mereka tak hafal lagu Indonesia Raya dan Pancasila. 

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan hal itu usai pemusnahan dua bom dan bahan-bahan terangkai yang ditemukan di Sicanang, Belawan, di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, Senin (18/11/2019) sore.

"Saat diinterogasi, sebagian besar dari para tersangka itu tak bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suruh hafal Pancasila juga enggak hafal. Ditanya cinta Indonesia, mereka diam saja," kata Kapolda Sumut kepada wartawan.

Agus mengungkapkan, kelompok ini berbaiat kelompok ISIS di Timur Tengah dan sudah mendeklarasikan setia terhadap pemimpin ISIS  Al Baghdadi dan penggantinya.

"Tujuan mereka adalah ingin mendirikan negera sendiri dan juga ingin menunjukkan eksistensinya" kata Agus.

Menurutnya, polisi juga masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan yang diketahui telah beberapa kali melakukan pelatihan di Kabupaten Tanah Karo itu.

Apalagi, dengan tertangkapnya C yang merupakan bendahara dari kelompok jaringan ini, polisi dan Densus 88 Anti Teror juga akan menelusuri aliran uang masuk dan keluar.

Ditambahkannya, kelompok ini cukup profesional. Sebab, masing-masing dari mereka memiliki peran berbeda, mulai dari perekrut, perakit bom, bendahara dan eksekutor. Guru spiritual pelaku, yang juga sudah diamankan diduga kuat sebagai perekrut.

"Mereka kemudian diduga dipaparkan paham radikal melalui pengajian-pengajian eksklusif dan tertutup," jelas Kapolda. 

Agus juga mengungkapkan, beberapa dari mereka juga terdeteksi mengunjungi dan berkomunikasi dengan narapidana teroris (napiter) yang mendekam di lapas-lapas di Sumut.

Begitupun, baik polisi maupun Densus 88 tak bisa menindak sembarangan sebelum para pelaku beraksi.

"Kalau mereka tak beraksi, kita juga tidak bisa melakukan penindakan. Setelah mereka melakukan aksi, kita melakukan pendalaman. Mereka ternyata berjaringan. Cukup besar," ungkapnya. 

Hingga hari ini, ini tim gabungan Densus 88 Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara berhasil mengamankan 26 terduga teroris dari sejumlah rangkaian penangkapan di Sumatera Utara.

Dari 26 orang yang diamankan, 5 di antaranya merupakan wanita. 

 "Jadi, hingga saat ini ada 26 tersangka kita amankan. Di mana, 5 berada di Mako Brimob dan 15 berada di Polda Sumut. Untuk yang tiga lagi masih dalam pemeriksaan petugas. Dan termasuk tiga yang meninggal dunia," tambahnya. 

Sumber: kompas.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!