HETANEWS

Ada Pelukan Seorang Ibu dan Air Mata saat Angga Dituntut 8 Tahun karena Cabuli Pacar hingga Hamil

Angga dipeluk ibunya saat berbincang dengan pengacara usai dituntut 8 tahun penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - AM alias Angga (22), warga Nagori Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, menangis saat dipeluk ibunya, saat di luar persidangan. Pemuda ini juga terlihat menitikkan air mata.        

Angga dituntut 8 tahun penjara, denda Rp 60 juta subsider 6 bulan penjara oleh jaksa, Indri Wirdya SH, di PN Simalungun, Senin (18/11/2019).

Pemuda ini, terbukti mencabuli  pacarnya Mia (nama samaran 17 tahun)  hingga  hamil 29 minggu atau lebih 7 bulan.       

Menurut jaksa, Indri Wirdya SH, pencabulan itu dilakukan secara berulang-ulang, yaitu sejak Agustus 2018 hingga Mei 2019, di lokasi yang berbeda.

Berawal pada Agustus, Angga menghubungi korban  melalui ponselnya untuk datang ke rumah, di Gang Abdullah, Nagori Estate Simalungun dan membujuk korban melakukan persetubuhan.         

Begitulah seterusnya hubungan berlanjut layaknya suami istri, karena keduanya saling menyukai dan menjalin hubungan pacaran.

Persetubuhan itu, kembali terjadi, di rumah saksi Fajar Ramadhan Tanjung, di Huta Batu VII Nagori Dolok Hataran, Simalungun. Korban datang setalah dichat melalui pesan FB-nya.           

Korban  hamil  sesuai hasil visum Nomor: 7687/VI/UPM/VI/2019 tanggal 11 Juni 2019 yang dibuat oleh Dr Bahtera Surbakti SpOG, pada RSU Dr Djasamen Saragih Siantar.

Terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar  Pasal 76 E Peraturan Pemerintah, pengganti UU RI No 1 Tahun 2010 Tentang Perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.            

Meski persetubuhan dilakukan atas suka sama suka, namun korban masih belum dewasa (18 tahun ke atas). Dan terdakwa memberikan janji dan juga bujuk rayu dalam melampiaskan nafsunya.           

Ketua majelis hakim, Novarina Manurung SH, didampingi dua hakim anggota, Hendrawan Nainggolan SH dan Mince Ginting SH, memberi kesempatan seminggu untuk terdakwa menyusun nota pembelaan (pledoi), didampingi pengacara Sintong Sihombing SH.          

"Untuk pledoi sidang ditunda seminggu,"kata Nova.

Penulis: ay. Editor: gun.