HETANEWS

Menganalisa Kans Hefriansyah Dan Togar Dalam Pilkada 2020 Mendatang

Walikota Siantar Hefriansyah dan Wakil Walikota Siantar Togar Sitorus

Catatan Tommy Simanjuntak

Dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Siantar Tahun 2020 ada sebuah kejutan yang dilakukan oleh Wakil Walikota Siantar Togar Sitorus, dimalam hari, Jumat (15/11/2019) Togar bersama kadernya dari DPC Parta Demokrat Kota Siantar mendatangi Kantor DPC Partai Gerindra Kota Siantar guna mendaftarkan dirinya sebagai Bakal Calon (Balon) Walikota Siantar untuk Pilkada 2020.

Namun berbeda dengan tandemnya dalam memimpin Kota Siantar yakni Walikota Siantar Hefriansyah, hingga saat ini belum menampakkan diri apakah akan maju dalam Pilkada 2020 di Kota Siantar mendatang,namun berdasarkan informasi yang diterima hetanews kemungkinan Hefriansyah juga akan menunjukkan kansnya di Pilkada mendatang.

Hal inilah yang menggelitik Hetanews untuk menganalisa kans kedua pimpinan Kota Siantar tersebut, kita mulai dari Hefriansyah, selama menjabat sebagai Walikota Hefriansyah banyak membuat keputusan-keputusan yang kontriversial, dari pergesaran pejabat hingga 4 kali namun selalu menuai masalah, bahkan semuanya dikembalikan lagi keposisi semula baik oleh Mendagri maupun KASAN.

Tak hanya itu saja, keputusan Hefriansyah merubah letak pembangunan tugu Sangnaualuh juga menuai kontra dari masyarakat, yang mengakibatkan terbengkalainya pembangunan tugu tersebut selama satu Tahun.

Tak hanya itu saja, banyaknya Pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Pelaksana Harian (Plh), dan rangkap jabatan menjadi salah satu masalah di Kota Siantar dimasa kepemimpinan Hefriansyah.

Memang kedua pimpinan ini Walikota dan Wakil Walikota tidak dapat dipisahkan dalam kepimpinan di Kota Siantar, karena selayaknya apapun keputusan dari Walikota sudah dibicarakan secara matang bersama Wakilnya, namun bisa saja keputusan yang diambil oleh Walikota tidak melibatkan Wakilnya dan informasi, katanya kebanyakan keputusa dari Hefriasyah tidak melibatkan Togar.

Menganalisa kepimpinan Togar selama menjadi Wakil Walikota Siantar, tampaknya Togar tak dapat memberikan sedikit banyaknya gebrakan dalam pemerintahan di Siantar, amatan hetanews Togar lebih banyak melihat dan mengikuti acara-acara seremonial saja, dibandingkan mengambil keputusan yang strategis dalam pemerintahan.

Seringnya Togar mengikuti kegiatan seremonial baik acara yang berhubungan dengan Pemerintahan maupun acara kemasyarakat, bisa saja membuat Togar lebih banyak dikenal oleh masyarakat, baik itu melalui penyampaian kata Sambutan ataupun dia langsung menyapa masyarakat.

Tak bisa dipungkiri, peran serta ASN dalam menentukan pilihannya di Pilkada nanti juga menjadi tolak ukur dari para bacalon yang bukan calon petahan dalam menentukan strategi mereka mengalahkan calon petahana, nah kedua orang ini yakni Togar dan Hefriansyah merupakan calon petahan di Kota Siantar, yang memiliki kans disukai oleh ASN atau malah kurang disukai oleh ASN.

Melihat polemik birokrasi selama ini Kota Siantar, bisa saja Togar lebih di sukai oleh ASN ketimbang Hefriansyah, namun bisa juga sebaliknya Togar kurang disukai oleh ASN dikarena tidak banyak membantu dalam hal keputusan strategis Walikota dalam pemerintahan, malah lebih parah mereka berdua tidak disukai oleh ASN karena keputusan-keputusan kontroversial mereka tersebut.

Namun yang pasti Pilkada Kota Siantar semakin tampak seru dengan gebrakan yang dilakukan Togar mendaftarkan dirinya sebagai Bacalon Walikota, dan apakah nantinya tandemnya dalam memimpin Siantar Hefriansyah akan turut mengikuti langkah Togar?.

Penulis: tom. Editor: tom.