HETANEWS

Kapolres Simalungun Gerakkan Ibadah Oikumene, Polisi Harus Jadi Terang

Suasana saat ibadah berlangsung, Minggu sore (17/11/2019).

Siantar, hetanews.com - Suasana Minggu sore (17/11/2019) lalu, di Asmara Polisi (Aspol) milik Polres Simalungun, berbeda seperti biasanya, karena banyak terlihat personil polisi berpakaian rapi dan memasuki gereja untuk mengikuti ibadah oikumene yang digerakkan langsung oleh AKBP Heribertus Ompusunggu SIk MSi.

Ibadah pertama tersebut, dilayani oleh Pdt Merlin Manurung dari Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI) Medan, serta dua anak muda asal Siantar yang menjadi sukarelawan untuk membawa pujian dan bermain musik. Ibadah tersebut, dimulai sekitar pukul 17.00 WIB.

Pdt Merlin, mengambil nats alkitab dari Matius 22: 1-14. Dalam kotbahnya, Pdt Merlin mengatakan, ada undangan pesta yang dilaksanakan oleh seorang raja. Maka sang raja menyuruh para pengawal untuk mengundang para tamu menghadiri jamuan makan tersebut. Setelah menjalankan perintah tersebut, ternyata tamu yang diundang itu cuek dan tidak merespon, malah melakukan aktifitas seperti biasanya, padahal itu undangan seorang raja, dan akhirnya yang didapat mereka adalah kemurkaan.

Karena jamuan harus berlangsung, maka perintah raja selanjutnya untuk mengundang orang - orang dari berbagai sudut kota yang selama ini tidak pernah dipandang.

Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu bersama jemaat lainnya sebelum ibadah berlangsung.

Mendengar ada undangan dari raja, mereka sukacita dan datang ke pesta tersebut. Dan ada satu orang yang didapati datang, tapi tidak menggunakan baju pesta, raja pun murka.

Keselamatan awalnya, bukan milik semua orang, melainkan kepunyaan bangsa Israel. Namun, dalam perjalanan waktu, panggilan untuk orang pilihan tersebut tidak disyukuri dengan baik malahan menjadi pemberontak yang tidak lagi mengindahkan petunjuk dan firman Tuhan, ujarnya.

Melihat hal ini, Tuhan mengarahkan pandanga-Nya kepada semua orang yang bukan umat pilihan-Nya. Mereka merespon dengan sukacita dan menggunakan baju pesta yang diinginkan Tuhan, ucapnya.

Makna yang kita ambil dari firman ini, Tuhan menginginkan kita menggunakan identitas dirinya dan menjaga serta menyukurinya setiap hari, agar ketika pesta telah dimulai, kita pantas untuk menghadiri. Pakaian pesta yang diilustrasikan dalam nats alkitab tersebut, lebih menekan karakter yang pantas masuk dalam kerajaan surga, katanya.

Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu saat bersama jemaat lainnya di dalam gereja, sebelum ibadah berlangsung.

Menjadi orang kristen itu gampang, dengan mendaftarkan diri menjadi jemaat gereja, tapi menjadi pemilik surga, inilah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, kita harus menjadi sempurna. Menjadi pemilik surga harus bergumul setiap harinya, agar hidupnya mengalami proses menuju kesempurnaan, pesan, Pdt Merlin.

Diakhir kotbah, dia berpesan, agar polisi juga harus memiliki hidup yang berkarakter Kristus.

Usai ibadah, Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu mengatakan, ibadah ini akan menjadi reguler setiap hari Minggu sore, dimulai pukul 17.00 WIB. "Saya bukan menganggap paling benar, tapi mau berubah hingga layak di hadapan Tuhan. Saya juga mengakui banyak kesalahan, tapi ibadah akan bisa mengubah kebiasaan buruk kita," ungkapnya.

Melalui ibadah oikumene ini, kita bisa menjadi terang dan berkarakter seperti Tuhan Yesus. Kegiatan ini juga selaras dengan program dari bapak Kapolri, yakni peningkatan sumber daya polisi untuk menjadi pelayan di tengah masyarakat, ucap Kapolres.

"Saya mengajak agar kita mengaktifkan kegiatan kerohanian dan saatnya menjadi terang dalam menjalankan tugas,"tutupnya.

Penulis: tim. Editor: gun.