HETANEWS

Kekayaan Intelektual dalam Bisnis

Ilustrasi Intellectual property | Sumber gambar: ifia.com

Jakarta, hetanews.com - Liriknya bercerita tentang seorang gadis yang ingin membeli segalanya untuk dimilikinya, termasuk tangga menuju surga.

Jimmy Page dan Robert Plant menulis lagu masterpiece berjudul Stairway to Heaven di sebuah pondok bernama Bron-Yr-Aur di negara Wales untuk mengisi album keempat Led Zeppelin. Lagu tersebut dirilis pada tahun 1971, lantas menjadi salah satu lagu rock terbaik sepanjang masa.

Penulisan Stairway to Heaven dilakukan setelah Jimmy Page merangkai nada dasar dalam jangka waktu panjang, dengan gaya musik progressive rock, Stairway to Heaven menjadi sebuah lagu rumit namun mudah didengar.

Lagu ciptaan kreasi seorang musisi adalah kekayaan intelektual yang dapat mendatangkan uang. Perlu diketahui bahwa Led Zeppelin memperoleh banyak penghasilan dari lagu Stairway to Heaven.

Selain lagu tersebut menjadi hit di banyak negara, tak jarang musisi lain meng-cover Stairway to Heaven, sehingga Led Zeppelin berhak memperoleh royalti atas hak cipta jika Stairway to Heaven digunakan demi kepentingan komersil.

Ilustrasi: digitalmusicnews.com

Ilustrasi: digitalmusicnews.com

Dalam bisnis seringkali kekayaan intelektual menjadi pembeda juga menentukan arah persaingan, bisa saja produk maupun jasa yang dijual kepada konsumen sama namun pada akhirnya peran kekayaan intelektual yang melekat pada produk atau jasa berhasil memenangkan perhatian konsumen

Kekayaan Intelektual 

Intellectual property atau kekayaan intelektual adalah istilah yang dipergunakan merujuk kepada seperangkat hak eksklusif yang masing-masing diberikan kepada seseorang yang telah menghasilkan karya dari olah pikirnya, yang memiliki wujud, sifat atau memenuhi kriteria tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jadi kekayaan intelektual muncul setelah seseorang menciptakan sesuatu untuk tujuan tertentu, wujud serta eksistensinya bisa beragam, termasuk juga tentunya untuk urusan bisnis.

Cakupan kekayaan intelektual dapat berupa merek, hak cipta dan paten, desain, lisensi dan waralaba maupun informasi yang bersifat rahasia. Hal-hal tersebut menjadi sangat penting bagi suatu perusahaan guna menjual produk dan jasanya.

Ilustrasi: marieclaire.co.uk

Ilustrasi: marieclaire.co.uk

Konsumen bisa tertarik membeli produk atau jasa tidak semata disebabkan oleh fungsi utamanya, tapi faktor keunikan maupun daya tarik sisi emosional sangat berpengaruh bagi konsumen untuk memutuskan pembelian. Jangan heran jika suatu produk menjadi sangat mahal karena suatu perusahaan berhasil mengoptimalkan fungsi dari kekayaan intelektualnya.

Kekayaan Intelektual Dalam Jaringan Bisnis

Bill Gates sebagai pendiri Microsoft adalah contoh nyata dari seorang mahasiswa yang tidak lulus kuliah menjadi sosok pengusaha sukses berkat kekayaan properti.

Hasil kreasi Bill Gates berupa perangkat lunak yang menjadi tolok ukur operating system komputer, proses tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat, berbagai percobaan serta inovasi pada akhirnya menghasilkan suatu produk yang merubah arah industri teknologi informasi.

Buah pemikiran Bill Gates adalah operating system Windows kemudian berkembang menjadi bisnis raksasa berupa organisasi Microsoft. Melalui kekayaan intelektual, Bill Gates berhasil membangun kerajaan bisnis sekaligus menjadi pelopor di era teknologi informasi yang lebih modern. Saat ini perangkat lunak milik Microsoft memiliki nilai jual tinggi.

Contoh lain perusahaan yang memiliki jaringan bisnis luas serta memaksimalkan kekayaan intelektualnya adalah Kenctucky Fried Chicken (KFC). 

Beragam jenis ayam goreng akan sangat mudah ditemukan, namun KFC tetap menjadi market leader sebagai jaringan restoran ayam goreng berkat resep dengan bumbu rahasia.

Racikan rahasia hasil temuan Harland Sanders (1890-1980) menjadi fondasi bagi produk KFC. Bahkan KFC mengklaim sangat menjaga kerahasiaan resep tersebut.

Imajinasi, inspirasi dan ide yang dieksekusi melalui percobaan berujung pada terciptanya sebuah karya. Disneyland karya Walt Disney (1901-1966) menjadi rumah dari banyak karakter favorit seperti Mickey Mouse dan Donald Duck. Dan rasanya nyaris semua orang menyukai karakter tersebut

Baik Donald Duck maupun Mickey Mouse menjadi wujud dari kekayaan intelektual milik Disneyland yang sudah menikmati banyak keuntungan dari penjualan produk dan lisensinya. 

Pada masanya Donald Duck menarik perhatian karena sosok bebek berbicara layaknya manusia. Eksplorasi ide dan imajinasi Walt Disney membuktikan bahwa kekayaan intelektual dapat dijadikan sebagai nilai lebih bagi suatu perusahaan.

Ilustrasi: express.co.uk

Ilustrasi: express.co.uk

Kekayaan intelektual merupakan hasil usaha seseorang dalam mengkreasi sesuatu, dan setiap orang memiliki keunggulan juga keunikan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Maka kekayaan intelektual menjadi sangat unik dan memiliki ciri dari sang kreatornya.

Pemasaran Kekayaan Intelektual

Marketing atau pemasaran merupakan faktor penting dalam bisnis. Terkait dengan penggunaan kekayaan intelektual sebagai penentu keberhasilan bisnis, dibutuhkan adanya suatu komunikasi yang tepat dan terarah dari perusahaan kepada konsumen.

Keunggulan kekayaan intelektual pada produk dan jasa  tidak akan ada artinya jika hanya diketahui oleh penciptanya. Penjualan produk dan jasa sangat ditentukan jika konsumen mengetahui nilai lebih dan nilai tambah dari produk terkait. 

Konsumen akan membeli setelah berhasil diyakinkan, maka dari itu perlu adanya penyampaian pesan bahwa suatu produk atau jasa berbeda dari pesaingnya. Maka peran pemasaran menjadi sangat diperlukan.

Ilustrasi: ossacollective.com

Ilustrasi: ossacollective.com

Hanya saja betapa pun nilai serta keunikan kekayaan intelektual produk sangat besar dan kompleks, sebaiknya disampaikan secara ringan dan sesuai takaran keperluan penjualan. 

Atau bisa saja komunikasi pemasaran disampaikan untuk membangun rasa ingin tahu konsumen, melalui cara konsumen dibuat penasaran agar konsumen sendiri mengeksplorasi produk maupun jasa, lantas menemukan juga mengerti keunggulan kekayaan intelektual pada produk dan jasa yang digunakannya.

Berbagai strategi pemasaran dapat dilakukan untuk menyampaikan pesan. Tidak jarang juga kekayaan intelektual berupa gagasan atau rancangan dijaga kerahasiaannya menunggu waktu yang dianggap tepat, kemudian disampaikan kepada publik.

Ilustrasi: ceoworld.biz

Ilustrasi: ceoworld.biz

Semua itu selalu menuntut kreativitas serta inovasi. Tidak mengherankan jika kekayaan intelektual menjadi sebagai aset berharga dari perusahaan, karena nilai utama perusahaan itu ada pada kekayaan intelektual miliknya.

Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Musuh utama dari kekayaan intelektual adalah penyalahgunaan, plagiat dan penggunaan tanpa diketahui penciptanya. Kekayaan intelektual sebagai aset berharga pastinya menggiurkan bagi pesaing guna memperoleh keuntungan. Pencurian kekayaan intelektual merupakan perihal yang memang tidak dapat dihindari.

Peredaran barang palsu atau kw adalah salah satu kerugiaan terbesar dari produk dengan kekayaan intelektual berupa merek dagang. 

Produk asli dengan kualitas bagus hasil kreasi yang membutuhkan proses sulit dipalsikan begitu saja, dijual dengan harga murah. Tentunya menjadi sangat menyakitkan bagi para kreator yang merancang suatu produk.

Pelanggaran atas kekayaan intelektual tidak hanya  mencakup materi saja, tetapi juga dapat terkait dengan aspek emosional, karena seseorang telah mencurahkan waktu, pemikiran juga tenaga guna menghasilkan sesuatu. 

Wajar jika pelanggaran kekayaan intelektual kerap dicibir serta memancing kemarahan banyak pihak.

Ilustrasi: noted.co.nz

Ilustrasi: noted.co.nz

Bagi penemunya, kekayaan intelektual sudah pasti menjadi sebuah kebanggaan, pencapaian atas eksistensinya dalam berkarya. Hal ini perlu diketahui dan dihargai pula oleh publik. Namun faktor etika maupun sopan santun kerap dikesampingkan demi kepentingan bisnis. 

Sehingga hasil penemuan kekayaan intelektual sebaiknya didaftarkan supaya memperoleh kejelasan menyangkut aspek legalitasnya. Jika ditemukan ada pelanggaran, disertai bukti kuat dapat diajukan gugatan terhadap pihak yang dianggap melanggar. Selain itu memang perlu ada sanksi tegas bagi pelanggar dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual.   

Contoh dari hal ini adalah gugatan band rock Spirit dengan klaim bahwa lagu Led Zeppelin, Stairway to Heaven hasil jiplakan dari lagu berjudul Taurus.

Masalah ini hilir-mudik di ranah hukum selama bertahun-tahun, sampai pada tahun 2016 ditetapkan bahwa Led Zeppelin memenangkan perkara itu. Stairway to Heaven dianggap memiliki kemiripan nada dengan lagu Taurus, dengan anggapan tersebut, band Spirit melayangkan gugatan pelanggaran hak cipta. Namun Jimmy Page mengaku belum pernah mendengarkan lagu Taurus sebelum ia menulis Stairway to Heaven.

Joey Tempest, sebagai pencipta lagu The Final Countdown sangat kesal ketika mengetahui lagunya dijadikan sebagai alat untuk kampanye politik dari pihak pendukung Brexit di Inggris. Tahun 2016 ketika Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa, keputusan Brexit menuai pro kontra tak hanya di kalangan warga Inggris tetapi menjadi isu global.

Kepopuleran lagu The Final Countdown dari band rock Europe ternyata digunakan untuk menarik perhatian masyarakat Inggris, wajar saja jika Joey Tempest dibuat berang lantas meminta agar penggunaan lagunya untuk alat kampanye segera dihentikan.

Bagaimanapun pelanggaran kekayaan intelektual bisa dianggap sebagai penghinaan, karena suatu kreasi membutuhkan proses panjang, upaya keras dan cerdas, walaupun ide awalnya mungkin datang begitu saja.

Sumber: kompasiana.com

Editor: tom.