HETANEWS

Warga Bentrok dengan Polisi di Bolivia, 8 Tewas

Pendukung mantan Presiden Bolivia Evo Morales berpartisipasi dalam pawai di Cochabamba, Bolivia, 16 November 2019. Tanda itu berbunyi "Militer tidak membunuh orang". (Foto: Reuters/Danilo Balderrama)

Sucre,Bolivia, hetanews.com - Sedikitnya delapan orang tewas dan puluhan cedera pada Jumat (15/11) sore di Bolivia ketika pasukan keamanan melancarkan tembakan ke arah para pendukung mantan presiden Evo Morales.

Sekutu dari mantan presiden itu dibunuh di Sacaba, dekat kota Cochabamba, demikian menurut para pejabat.

Kebanyakan yang tewas dan cedera ditembak, kata direktur rumah sakit kota itu.

Para pendemo mengatakan, polisi menembak ketika demonstran berusaha melintasi sebuah pos pemeriksaan militer.

Morales mengundurkan diri pada 10 November setelah ditekan oleh polisi dan militer negara itu, di tengah demonstrasi seputar kesenjangan sosial.

Selain terlibat dalam protes di jalan, pendukung Morales masih terus memblokir jalan raya dan memutuskan jaringan pipa minyak.

Kekerasan pada Jumat mengancam usaha pemerintahan sementara untuk memulihkan stabilitas sejak Morales dipaksa undur diri.

Sabtu (16/11), PBB memperingatkan, kekerasan di Bolivia bisa menjadi tidak terkendali. 

Sumber: voaindonesia.com

Editor: tom.