HETANEWS

Didemo Warga karena Proyeknya Amburadul, Wanita Ini Bilang “Wartawan telah Dibayarnya”

Warga demo proyek yang dianggap amburadol.

Tanjungbalai, hetanews.com - Seorang wanita mengamuk dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada  sejumlah warga yang melakukan demo dan mengkritik pengerjaan proyek jalan yang dikerjakannya.

Wanita paruh baya yang berinisal HD ini, tidak terima karena warga mengkritik proyek jalan yang dikelolanya dari anggaran BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat), dengan anggaran ratusan juta rupiah yang menurut warga, pengerjaan proyek tersebut kuat dugaan tidak sesuai dengan rencana anggaran atau bestek proyek yang diduga telah merugikan Negara atau korupsi.

Hal itu terlihat dari campuran antara pasir dan semen dan kerikil.

Selain itu, juga terdapat ruang rongga atau lubang, di bawah jalan yang dikerjakan tersebut. Dan begitu juga dengan besi yang digunakan.

Wanita (pakai helem) yang menyebut telah membayar wartawan. 

Bukan hanya marah kepada warga, wanita ini juga mengeluarkann kata-kata “yang tidak senonoh”.

Hal ini dikarenakan dirinya merasa “kebal hukum”  dan tidak takut kepada aparat penegak hukum karena diduga dekat dengan penguasa.

“Wartawan sudah kubayar,”ucapnya angkuh saat warga ingin mengundang wartawan untuk melihat hasil kerja proyeknya.

Menanggapi hal tersebut, Ferry Matondang, salah seorang wartawan elektronik, merasa kecil hati karena wanita paruh baya ini mengatakan “wartawan telah dibayarnya”.

“Sok mantap kali wanita ini, saya mau tau wartawan mana yang telah dibayarnya dan meminta aparat penegak hukum, seperti Kejaksaan dan Kepolisian untuk mengusut proyek tersebut. Dan menindak lanjuti pernyataan wanita ini yang telah mencemarkan profesi wartawan yang artinya  wartawan itu telah dibeli dan ini sangat mengerdilkan kita sebagai wartawan, “ucapnya kepada Hetanews.com.

Proyek yang dituding warga tidak sesuai bestek. 

Amburadulnya pekerjaan proyek tersebut diduga akibat lemahnya pengawasan dari pemerintah, di lokasi yang berada di Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Tanjungbalai. 

Proyek ini masuk dalam progam pemerintah dalam upaya  percepatan penanganan wilayah permukiman kumuh atau lebih dikenal dengan nama program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Namun tampaknya kurangnya pengawasan dan pengawalan dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah  atau TP4D.

Untuk diketahui, bahwa saat ini  proyek Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tersebut, masih dalam pengerjaan di  24 kelurahan se-Kota Tanjungbalai.

Penulis: ferry. Editor: gun.