HETANEWS

Teka-teki Pencekalan Rizieq

Habib Rizieq Foto: Rangaa Sancaya/detikcom

Jakarta, hetanews.com - Menyambut  reuni akbar Perhimpunan Alumni 212 pada awal Desember 2019, Habib Rizieq Syihab membuat pengakuan baru dari Arab Saudi, negara tempatnya ‘tertahan’ selama 2,5 tahun terakhir.

Imam besar Front Pembela Islam (FPI), organisasi kemasyarakatan yang menjadi bagian dari gerakan 212, tersebut mengaku belum dapat pulang kampung ke Indonesia lantaran dicekal oleh pemerintah Arab. Pencekalan itu, Rizieq mengklaim, dilakukan atas dasar pemintaan dari Indonesia.

“Saya sampaikan sekali lagi kepada seluruh bangsa Indonesia, kepada seluruh kerabat dan sahabat, bahwa sejak 1 tahun 7 bulan yang lalu, tepatnya sejak tanggal 1 Syawal 1439 (Hijriyah), saya dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia,” kata Rizieq melalui video berdurasi sekitar 38 menit yang diunggah ke channel YouTube Front TV, Minggu, 10 November 2019.

Rizieq melanjutkan, sejak dicekal, ia dan koleganya di Arab berupaya membujuk Kerajaan Arab agar mencabut status cekalnya. Namun pihak Arab keukeuh menolak mengabulkan permintaan tersebut dengan alasan keamanan dirinya.

Rizieq berusaha meyakinkan lagi bahwa ia akan pulang ke Indonesia dengan keadaan aman, tenteram, dan damai. Tapi, “Apa yang kami sampaikan kepada pemerintah Arab Saudi belum membuat mereka tenang. Mereka masih khawatir tentang keselamatan saya dan keluarga,” katanya.

Dalam video tersebut, Rizieq juga menunjukkan dua berkas bukti dirinya benar-benar dicekal oleh Arab. Bukti pertama adalah screenshot visa dirinya yang masa berlakunya telah habis pada Juli 2018. Bukti kedua adalah screenshot berkas dirinya dilarang bepergian ke luar Arab dengan alasan keamanan.

Rizieq menunjukkan dua bukti itu karena ia melihat sejumlah pejabat pemerintah Indonesia masih menganggap peristiwa pencekalan tersebut sebagai kabar bohong.

"Ya. Kalau soal bendera tauhid yang ada di temboknya, 'Bukan saya yang pasang kok. Bisa dicek'. Tapi di Jakarta yang ditanyakan. Kok tahu semua? Yang memberikan info ini siapa? Jangan-jangan satu kesatuan dan yang mengajukan agar HRS tak bisa keluar dari Saudi."

“Jangan ada lagi pihak-pihak yang mengaku juru bicara pemerintah yang mengatakan saya tidak dicekal. Mengatakan saya takut untuk pulang. Tidak. Bukan saya yang takut pulang, tapi ada pihak yang takut saya pulang. Mereka takut kalau saya pulang mereka tidak bisa curang dalam pemilu.

Mereka tidak bisa melakukan aneka ragam rekayasa dalam pemilu. Mereka takut saya ini menjadi ancaman untuk kemenangan mereka,” ujarnya lantang.

Keesokan harinya, FPI, PA 212, dan keluarga Rizieq menggelar konferensi pers di DPP FPI untuk memberi penjelasan tambahan terkait pencekalan Rizieq. Menantu Rizieq, Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Al-Attas mengatakan, Rizieq sebelumnya bebas pergi keluar-masuk Arab Saudi. Namun, menjelang masa berlaku visanya habis pada 20 Juli 2018.

Rizieq terhitung tiga kali gagal meninggalkan negeri padang pasir itu karena dicekal. “Yang ketiga, sehari sebelum izin tinggal habis masih mencoba ke luar supaya tidak overstay, tapi lagi-lagi gagal karena dicekal,” ujar Hanif.

Menurut Hanif, Rizieq dicekal sekitar pertengahan Juni 2018 atau berbarengan dengan diterbitkannya surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan chat mesum yang melibatkan Rizieq oleh Polda Metro Jaya. SP3 itu sempat dicabut, kemudian Arab Saudi mencekal Rizieq lagi pada 7 Desember 2018, setelah suksesnya acara reuni 212 di Jakarta. Ia pun menunjukkan berkas cekal Rizieq dengan logo Imigrasi Arab di dalamnya.

Cekal itu diperintahkan oleh penyidik umum dari kantor intelijen Arab. “Belakangan ramai seolah masalahnya hanya overstay, overstay, overstay. Padahal, kalau overstay, itu gampang diselesaikan dengan mudah, nggak perlu panjang seperti ini,” katanya.

Pemerintah sejauh ini masih menyangkal telah meminta otoritas Arab mencekal Rizieq. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan surat yang ditunjukkan Rizieq bukan surat pencekalan, melainkan hanya surat penolakan agar Rizieq tidak keluar dari Arab dengan alasan keamanan.

Ia mengaku sudah mendapat salinan surat tersebut. “Yang dikirim ke saya itu bukan surat pencekalan. Tapi surat dari Imigrasi Arab Saudi bahwa Habib Rizieq nomor paspor sekian dilarang keluar dari Arab Saudi karena alasan keamanan. Itu saja," kata Mahfud di kompleks Istana Negara, Kamis, 14 November 2019.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md.

Foto: Feri Agus Setyawan/CNN Indonesia

Dengan begitu, menurut Mahfud, masalah Rizieq adalah urusan yang bersangkutan sendiri dengan pemerintah Arab. Masalah Rizieq tidak ada kaitannya dengan pemerintah Indonesia. "Kalau ada yang dari kita, tunjukkan ke saya.

Jangan yang begitu-begitu. Yang gitu-gitu ndak bisa dijadikan alat untuk nego bagi pemerintah kita. Yang harus nego dia sendiri kalau surat seperti itu,” imbuh mantan Ketua Mahkamah Konsitusi tersebut.

Sedangkan Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Meutya Hafid mengungkapkan, DPR mendapatkan informasi bahwa pencekalan yang dilakukan terhadap Rizieq terkait dengan masalah visa. Ia tak menyebutkan dari mana sumber informasi itu didapatkan oleh Komisi I.

Sedangkan dalam rapat dengan Kementerian Luar Negeri pada Selasa, 12 November 2019, masalah Rizieq tidak dibahas secara spesifik. "Karena di Arab Saudi kita punya banyak sekali tenaga kerja kita yang juga saat ini bermasalah dan harus juga dipikirkan," kata Meutya, yang merupakan politikus Partai Golkar.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel juga menyanggah pernyataan Rizieq. Menurut Maftuh, satu-satunya pintu komunikasi diplomatik antara Pemerintah RI dan Kejaraan Arab adalah lewat KBRI Riyadh atau Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.

Ia kembali menegaskan pihaknya tak pernah mengirim nota diplomatik kepada Kerajaan Arab untuk mencekal Rizieq. "Sudah beberapa kali saya tegaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia sama sekali tidak pernah mengirimkan surat atau nota diplomatik kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang berisi permintaan pencekalan Al-Habib MRS," tutur Maftuh.

Kendati begitu, pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, masih yakin bahwa ada pihak dari Indonesia yang memohon pencekalan kepada pihak Arab Saudi. Dia mengatakan kliennya lebih banyak ditanya soal masalah di Jakarta dibanding kehidupan Arab Saudi.

Karena dari beberapa kali kesempatan (Rizieq diperiksa) dengan penyelidik Saudi, itu semua pertanyaan bukan menyangkut keamanan di Saudi. Tapi menyangkut keamanan di Indonesia. Dia sudah jelaskan satu per satu bahwa dua kasusnya sudah SP3, yang lainnya belum projustisia," kata Sugito.

Sugito Atmo Prawiro, pengacara Habib Rizieq Syihab.

Foto: Denita Matondang/detikcom

Dia mengatakan saat itu Rizieq menggunakan penerjemah yang diakui Saudi agar pemeriksa percaya. Dia heran karena banyaknya info yang dipunya otoritas Arab soal kehidupan Rizieq di Jakarta. 

Kalau soal bendera tauhid yang ada di temboknya, 'Bukan saya yang pasang kok. Bisa dicek'. Tapi di Jakarta yang ditanyakan. Kok tahu semua? Yang memberikan info ini siapa? Jangan-jangan satu kesatuan dan yang mengajukan agar HRS tak bisa keluar dari Saudi," kata dia.

Sumber: detik.com

Editor: tom.