HETANEWS

Penyelidik MH17: Ada Kaitan Pejabat Rusia dengan Pemberontak Ukraina

Puing pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Ukraina. (Foto: AFP).

Den Haag, hetanews.com - Penyelidikan dari Belanda terkait penembakan Penerbangan MH17 atas Ukraina pada 2014 merilis sebuah transkrip panggilan telepon yang dicegat pada Kamis.

Dilansir dari The Strait Times, Jumat, 15 November 2019, transkrip panggilan itu menyatakan adanya hubungan antara petinggi Rusia dan separatis Ukraina saat menghadapi persidangan atas kecelakaan itu.

Penyelidik mengatakan mereka membuat ‘banding saksi baru’ berdasarkan panggilan telepon yang direkam antara para pemimpin kelompok separatis Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan petinggi Rusia.

Hubungan antara para petinggi Rusia dan para pemimpin DPR terlihat sangat lebih dekat daripada yang diyakini semula oleh Kepala Divisi Investigasi Kriminal Kepolisian Belanda Andy Kraag dalam sebuah pernyataan video.

Penyelidik mengatakan bahwa mereka akan mengadili tiga warga negara Rusia dan satu Ukraina di Belanda pada Maret 2020 atas jatuhnya jet Malaysia Airlines pada Juni. Rencana ini kemungkinan akan diadili tanpa kehadiran terdakwa (in absentia).

Pesawat penumpang Boeing yang bepergian dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ditembak jatuh oleh rudal BUK buatan Rusia pada 2014 di bagian timur Ukraina. Kecelakaan itu menewaskan 298 korban di dalamnya.

 
Penyelidik mengatakan bahwa mereka menetapkan petinggi Rusia dan pemberontak Ukraina menggunakan komunikasi yang sangat aman terkendali yang disediakan oleh FSB layanan keamanan Rusia pada Kamis.

“Telepon khusus itu biasanya digunakan oleh para petinggi Rusia saat berkomunikasi dengan para gerilyawan,” kata David Nelson, petugas investigasi senior dengan Polisi Federal Australia.

 
"Kami merilis rekaman rekaman percakapan mereka tentang bisnis administrasi, keuangan dan militer," pungkas Nelson.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.