HETANEWS

Pemkab Tangerang Berencana Larang Penggunaan Vape

Larangan Vape dan Rokok Elektrik. ©2019

Tangerang, hetanews.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana melarang penggunaan rokok elektrik atau vape. Wacana ini menyusul rencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) mengubah Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2019 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi mengungkapkan, larangan penggunaan rokok elektrik tersebut dilakukan lantaran, kandungan nikotin di dalam cairan vape (liquid) cukup tinggi.

Bahkan, pihaknya mengaku sering mendapat laporan adanya kandungan narkotika dalam cairan rokok elektrik tersebut.

"Sering kali ditemukan kandungan narkotika, sehingga sangat berbahaya untuk kesehatan. Kita akan melakukan pelarangan beredarnya rokok elektrik (vape)," kata Hendra Tarmidzi, Kamis (14/11).

Meski, dia mengaku penggunaan rokok tembakau juga sama bahayanya bagi kesehatan tubuh manusia, sama halnya dengan penggunaan vape.

"Padahal semuanya sama-sama berbahaya dan bisa menyebabkan kematian," tegas dia.

  • Vape Lebih Bahaya dari Rokok Tembakau

Sementara, Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tangerang Widya Savitri menjelaskan, berdasarkan kajiannya, rokok eletrik justru lebih berbahaya dibanding rokok tembakau dan mengandung berbagai zat berbahaya.

"Cairan vape mengandung Parisa Diacetyl. Senyawa ini lebih berbahaya jika dipanaskan dan dihirup, karena bisa menyebabkan penyakit paru (bronchiolitis obliterans)," ungkap Widya.

Menurut Widya, awalnya rokok elektrik diklaim bisa membantu para perokok aktif mengurangi rokok tembakau dan menghindari berbagai penyakit.

"Rokok elektrik dipercaya bisa pembantu para pecandu rokok tembakau berhenti. Namun faktanya, belum ada bukti secara ilmiah bahwa rokok elektrik sebagai alternatif untuk berhenti merokok tembakau," kata Widya.

  • Efek Samping Vape

Selain itu, menurutya, efek candu bagi pengguna Vape dapat memicu penyakit yang sulit disembuhkan, seperti kerusakan paru permanen, penyempitan pembuluh darah hingga dapat menyebabkan kematian.

"Bagi remaja bisa mengganggu perkembangan otak, gangguan psikologi, mengandung senyawa toksik yang merupakan senyawa beracun, yang menimbulkan efek negatif bagi tubuh manusia," katanya.

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.