HETANEWS

Dukung Sertifikasi Kawin, Kemenag Punya Bimbingan Perkawinan

Menteri Agama Fachrul Razi.

Jakarta, hetanews.com - Menteri Agama Fachrul Razi mendukung gagasan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang mewajibkan pasangan untuk mengikuti bimbingan pranikah. Menurutnya, gagasan itu serupa dengan program bimbingan perkawinan (bimwin) yang diselenggarakan Kemenag sejak dua tahun terakhir.

"Bimbingan perkawinan digelar untuk membekali calon pengantin dalam merespons problem perkawinan dan keluarga, mempersiapkan mereka agar terhindar dari problem perkawinan yang umum terjadi, serta meningkatkan kemampuan mewujudkan keluarga sakinah," ujar Fachrul seperti dikutip dari website Kemenag, Jumat (15/11).

Fachrul mengatakan, bimwin dilakukan dengan metode tatap muka selama dua hari dengan metode pembelajaran orang dewasa. Materi yang disampaikan yakni tentang pondasi keluarga sakinah, penyiapan psikologi keluarga, manajemen konflik, tata kelola keuangan keluarga, menjaga kesehatan keluarga, dan mencetak generasi berkualitas.

Pelaksanaan bimwin sendiri baru menjangkau 125.142 pasangan calon pengantin di 34 provinsi pada tahun 2018. Sementara hingga Oktober tahun ini, pelaksanaan bimwin diikuti 59.291 calon pengantin.

Fachrul mengakui jangkauan pelaksanaan bimwin masih jauh dibandingkan dengan jumlah rata-rata pernikahan yang mencapai 2 juta setahun. Oleh karena itu ia mendukung gagasan Muhadjir agar dapat disinergikan dengan program bimwin sehingga pelaksanaannya bisa semakin masif. Saat ini tercatat ada 1.928 fasilitator bimwin yang telah lulus bimbingan teknis.

"Ini hanya dari unsur penghulu dan penyuluh Kemenag serta ormas Islam. Jika disinergikan dengan penyuluh kesehatan dan psikolog, mungkin akan lebih efektif lagi," katanya.

Menurut Fachrul, bimwin tidak hanya dilakukan Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat (Ditjen Binmas) Islam tapi juga sejumlah agama lain yakni bimbingan keluarga Sukinah oleh Ditjen Binmas Hindu, keluarga Kristiani, keluarga Bahagia oleh Ditjen Binmas Katolik, dan keluarga Hittasukhaya oleh Ditjen Binmas Buddha.

Pihaknya juga telah memiliki aplikasi bimwin untuk memudahkan calon pengantin mengakses semua informasi tentang perkawinan dan keluarga dari berbagai aspek.

Gagasan tentang bimbingan pranikah sebelumnya disampaikan oleh Muhadjir. Program tersebut rencananya akan mulai diterapkan pada 2020 di seluruh Indonesia dan berlaku untuk semua pasangan.

Nantinya calon pengantin akan mengikuti pelatihan seperti pasangan beragama Katolik yang memiliki bimbingan serupa minimal tiga bulan.

Saat pelatihan itu dilaksanakan, kedua pasangan betul-betul mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan rumah tangga dengan pasangannya. Keduanya akan dilatih berbagai pengetahuan, termasuk soal mengelola emosi, keuangan hingga pengetahuan soal kesehatan dan alat reproduksi.

Sumber: CNNindonesia.com 
 

Editor: suci.