HETANEWS

Rapper Maroko Dijebloskan ke Penjara karena Dituduh Hina Kerajaan dan Polisi

Mohamed Mounir alias Gnawi ditangkap atad dugaan menghina Kerajaan Maroko dan polisi.

Maroko, hetanews.com - Seorang rapper Maroko ditangkap usai menulis lagu berisi kritikan terhadap negaranya. Akibatnya, dia dihukum dua tahun penjara dengan tuduhan menyinggung pejabat publik.

Mohamed Mounir, yang secara luas dikenal sebagai Gnawi, didakwa di Sale dekat Rabat karena mempublikasikan video berisi tayangan dirinya menghina polisi.

Namun, pengacara penyanyi berusia 31 tahun itu mengklaim bahwa lagu yang dia tulis bersama dua teman berisi tentang pemuda putus asa di Maroko, pengangguran, dan korupsi.

Lagu berjudul "Aach al chaab" -yang artinya rakyat hidup panjang- dilihat lebih dari 13 juta kali di YouTube sejak dirilis bulan lalu.

Lirik tersebut mengkritik ketidakadilan dan ketimpangan, yang secara langsung 'menyerang' kerajaan Maroko. Menurut media lokal, hal itu merupakan pelanggaran nyata terhadap polisi.

Sang rapper ditangkap pada 1 November, sehari setelah merilis lagu itu. Namun dia bersikeras lagu itu tak ada hubungannya dengan pemerintahan dan polisi.

"Polisi menggugat karena mengalami kerusakan sebagai institusi," kata sang pengacara, Abdelfettah Yatribi, Jumat (15/11/2019).

Kini sang rapper masih ditahan. Kasus ini memicu kecaman dari kelompok-kelompok HAM dan kemarahan di media sosial.

Amnesty International menyebut penangkapan Gnawi tidak masuk akal dan merupakan tindakan keterlaluan terhadap kebebasan berpendapat.

"Dia secara terang-terangan dihukum karena mengekspresikan pandangan kritisnya terhadap polisi dan pihak berwenang," kata direktur regional Amnesty, Heba Morayef.

"Tidak seorang pun harus menghadapi hukuman karena secara bebas mengungkapkan pikiran mereka," ujar dia.

Kasus itu ditunda hingga 25 November. Para hakim belum memutuskan apakah akan membebaskan rapper itu.

sumber: inews.id

Editor: sella.