HETANEWS

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan Sejumlah Tempat Jadi Sasaran Tim Densus 88

Kawasan rumah dari guru spiritual RMN berinsial SA di Kecamatan Medan Belawan yang dijaga ketat petugas gabungan, Kamis (14/11). (Foto: Anugrah Andriansyah)

Medan,Sumatera Utara, hetanews.com - Tim gabungan Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan ke sejumlah tempat pascaledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Sedikitnya 12 orang diamankan petugas gabungan untuk dimintai keterangan yang diduga berhubungan dengan RMN, pelaku bom bunuh diri, Rabu (13/11) kemarin.

Pascaledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) kemarin. Tim gabungan Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penyisiran ke sejumlah tempat di wilayah di Sumatera Utara (Sumut) yang berkaitan dengan pelaku bom bunuh diri RMN (24), seperti di Kecamatan Medan Marelan, Medan Belawan, hingga Kota Binjai.

Rentetan penggeledahan dilakukan tim gabungan Densus 88 Antiteror Mabes Polri mulai dari rumah keluarga RMN. Lalu, rumah RMN, kediaman mertuanya, hingga rumah dari guru spiritual pelaku bom bunuh diri berinisial SA. Wakil Kapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan pihaknya terus melakukan pengecekan terhadap keluarga dan kerabatnya yang diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri yang dilakukan RMN.

"Kita sudah melakukan penggeledahan baik di orang tuanya, juga di rumah kontrakannya. Kemudian di rumah mertuanya ada juga tempat guru pengajiannya. Kemudian juga di tetangganya," kata Mardiaz, Kamis (14/11).

Dalam penggeledahan tersebut, tim gabungan Densus 88 Antiteror menemukan barang bukti berupa panah beracun, beberapa pipa yang telah diisi bahan kimia hingga alat las ditemukan di rumah pelaku bom bunuh diri.

"Sehingga tim masih melakukan pengejaran terharap beberapa orang yang dicurigai ada kaitan dengan pelaku," tutur Mardiaz.

Polisi Tangkap Istri Pelaku Bom Bunuh Diri

Sebelumnya, polisi telah mengamankan seorang wanita berisinial DA, yang merupakan istri dari RMN. Selain istri pelaku bom bunuh diri, polisi juga turut mengamankan mertua dari RMN atau orang tua DA.

"Kemarin setelah kita melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Polrestabes Medan kami mengamankan istrinya, dan mertua pelaku. Kemarin malam kita amankan tiga orang, penggeledahan baik di rumah pelaku sendiri dan di rumah mertuanya," sebut Mardiaz.

Mardiaz menjelaskan ketiga orang tersebut diperiksa di Mako Brimob Polda Sumut. Istri pelaku bom bunuh diri diamankan setelah dilakukan penyisiran di seputaran rumah RMN di Kecamatan Medan Marelan.

"Setelah kami melakukan penyisiran di seputaran rumah pelaku namun tidak ada. Ketika anggota melakukan penyisiran ketemu di jalan," ungkap Mardiaz.

Rumah SA yang menjadi tontonan warga di Kecamatan Medan Belawan, Kamis (14/11). (Foto: VOA/Anugrah Andriansyah)

Masih kata Mardiaz, DA bersama pelaku bom bunuh diri sering mengikuti pengajian tertutup yang diikuti orang-orang tertentu saja.

"Kemarin kita sudah amankan istri terduga pelaku. Kita interogasi memang selama ini mereka melakukan pengajian-pengajian tertutup," ungkapnya.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, DA dinyatakan telah lebih dulu terpapar radikalisme dibanding suaminya. Bahkan istri dari RMN ini kerap berkomunikasi dengan salah seorang narapidana kasus terorisme yang mendekam di Lapas Perempuan Klas II A Tanjung Gusta Medan, berinisial IPS alias SBS. Ia dipidana setelah ditangkap terkait rencana bom bunuh diri di Istana Negara pada 2016 lalu.

Bukan hanya itu, IPS diduga kuat sebagai calon eksekutor dalam rencana bom bunuh diri di Bali. Ia merupakan satu-satunya narapidana kasus terorisme yang ada di lapas tersebut. IPS dijatuhi hukuman oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 2017 dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Kalapas Perempuan Klas II A Tanjung Gusta Medan, Surta Duma Sihombing kepada VOA membenarkan jika IPS saat ini menjalani hukuman di Medan. Namun, Surta enggan memberikan informasi tentang IPS yang merupakan narapidana titipan dari Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Termasuk soal IPS yang disebut-sebut kerap berkomunikasi dengan DA.

"Orangnya ada (di Lapas Kelas IIA Tanjung Gusta), tapi tidak boleh juga kami bicara atau infokan apa pun juga, harus Densus," katanya saat dihubungi VOA, Kamis (14/11).

Polisi Buru Guru Spiritual Pelaku Bom Bunuh Diri

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat ini juga sedang memburu SA yang merupakan guru spiritual dari pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Setelah mengetahui identitas dari SA kemudian polisi melakukan penggeledahan di rumah SA. Namun, polisi tidak menemukan SA pada saat rumahnya digeledah oleh petugas gabungan Densus 88 Antiteror.

"Dalam interogasi istri pelaku, adanya kelompok-kelompok pengajian. Namun tentunya kita belum bisa menduga itu pelakunya juga. Tentu kita harus mendalami. Identitas guru spiritual pelaku sudah kita kantongi‎," ujar Mardiaz.

Tim Densus 88 Antiteror menyita beberapa barang bukti dari rumah guru spiritual RMN. Petugas gabungan juga turut menggeledah rumah dari teman mengaji RMN berinisial F. Rumah F berada di sebelah kediaman SA di Kecamatan Medan Belawan.

Sejauh ini hingga Kamis sore (14/11) pihak kepolisian telah mengamankan 12 orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dengan serangan bom bunuh diri yang lakukan RMN di Mapolrestabes Medan. Adapun 12 orang tersebut terdiri dari orang tua RMN, mertua, istri, kakak, dan tetangganya. Namun, sejauh ini mereka masih berstatus sebagai saksi.

"Saat ini semuanya masih kita periksa, statusnya masih saksi," jelas Mardiaz.

Tim Densus 88 Antiteror Amankan Seorang Wanita di Binjai

Sementara itu, tim gabungan Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan seorang wanita berinisal S di Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (14/11) sekitar ‪pukul 10.30 WIB. Diciduknya seorang wanita berusia 31 tahun itu diduga terkait dengan ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan.

Salah seorang tetangga S bernama Anim (62) mengatakan tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri begitu cepat mengamankan S dari rumah kontrakannya di Jalan Gumba, Lingkungan X, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai. Anim juga diketahui sebagai pemilik rumah yang dikontrak oleh S.

"Kami tadi lagi duduk-duduk, tiba-tiba datang lima orang, dua wanita dan tiga pria. Wanita pakai baju putih celana hitam dan yang pria pakai kaos saja seorang menenteng laras panjang," katanya.

Anim sempat bertanya kepada petugas yang memboyong S dari rumah kontrakannya. Namun, salah seorang pria yang menenteng senjata laras panjang meminta Anim jangan ikut campur.

"Itu kata seorang pria yang berbadan kekar," jelasnya.

Setelah mengamankan S tim gabungan Densus 88 Antiteror dari rumahnya, kemudian mereka langsung membawanya ke dalam mobil.

"Cepat kali tadi mereka. Ketika diamankan, langsung dimasukan mobil dan mereka pergi. Bahkan anaknya ditinggal begitu saja. Bingung kami, bagaimana kami menghubungi keluarganya ini," tandas Anim.

Seperti diketahui dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri ‪Rabu pagi (13/11) kemarin menewaskan satu orang yang merupakan pelaku serangan teror. Ledakan bom tersebut juga melukai empat orang polisi, satu orang pekerja harian lepas, dan satu orang warga sipil.

Sumber: voaindonesia.com

Editor: tom.