HETANEWS

Ridwan Kamil Bangun Kolam Renang & Fasilitas Kebugaran di Rumah Dinas

Gubernur Jabar Ridwan Kamil. ©2019

Bandung, hetanews.com - Rumah dinas Gubernur Jawa Barat direvitalisasi dengan anggaran sekira Rp 4 miliar. Selain pembenahan di bagian taman, nantinya, akan ada tambahan fasilitas kebugaran dan kolam renang.

Proyek ini berjalan bersamaan dengan revitalisasi Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat atau Gedung Sate. Semua optimistis semua pengerjaan bisa selesai sesuai target, yakni sebelum akhir tahun ini.

Kepala Biro Umum Setda Pemprov Jabar Iip Hidayat mengatakan, pengerjaan revitalisasi di rumah dinas Gubernur Jawa Barat lebih fokus di taman dan area terbuka. Alasannya, agar kegiatan yang melibatkan masyarakat bisa dilakukan secara optimal dan nyaman.

"Kan Pakuan juga didatangi masyarakat kalau ada pengajian atau Jumatan," kata dia saat dihubungi, Kamis (14/11).

Selain area terbuka, ada penambahan fasilitas kebugaran dan kolam renang baru yang menjadi bagian paket pengerjaan. Semua akan dibangun di bagian belakang bangunan.

"Kita bikin tempat kebugaran, kita bikin kolam renang kecil tapi lumayan lah untuk menjaga kesehatan kebugaran Pak Gubernur. Pokoknya Rp 4 miliar semuanya," ucapnya.

  • Kantor Gubernur juga Direnovasi

Revitalisasi pun dilakukan di bagian taman kantor Pemerintah Provinsi Jabar atau sering dikenal dengan Gedung Sate. Total anggarannya mencapai Rp 14 miliar. Nantinya, penataan dengan konsep ruang terbuka itu bisa bebas dikunjungi oleh warga.

Pengerjaan revitalisasi taman dilakukan secara marathon di taman bagian depan dan belakang. Ditargetkan, semua selesai pada akhir tahun ini. "Revitalisasi ini DPA kita Rp 18 miliar, pemenang lelangnya, karena terbuka jadi ada Rp 14,9 miliar nilai kontraknya. Dari APBD murni," katanya.

Iip memastikan, proses revitalisasi ini tidak menyentuh bangunan Gedung Sate yang masuk kategori cagar budaya. Semua melalui kajian dan pembahasan dengan tim cagar budaya Bandung mengenai bagian mana yang bisa untuk ditata.

Sebelum dilelang, pihaknya membutuhkan waktu satu tahun melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan ahli untuk memastikan bagian mana yang bisa diperindah atau dibangun.

Setelah rampung direnovasi, taman yang dilengkapi air mancur dan amphitheatre di Gedung Sate itu bisa dikunjungi oleh masyarakat. Pihaknya ingin masyarakat menikmati suasana Gedung Sate secara langsung.

"Akses masyarakat kan selama ini banyaknya di depan (di luar pagar). Nah kenapa tidak di belakang biar leluasa, lalu lintas juga tidak terganggu karena lebih luas halaman belakang. Hampir tiap minggu orang ingin ke Gedung Sate, jadi akses masyarakat terpenuhi kita siapkan dari sisi kenyamanan, estetika," jelas dia.

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.