HETANEWS

Istri Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Medan Ternyata Sudah Diamankan Polisi

Polisi sita koper dan beberapa barang dari rumah sewa pelaku bom bunuh diri di Marelan.

Medan, hetanews.com - Teka-teki keberadaan istri terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, akhirnya terjawab.

Dewi, istri dari terduga pelaku RMN alias Dedek (24), ternyata sudah diamankan aparat kepolisian.

Selain Dewi, kepolisian juga mengamankan sejumlah keluarga RMN. Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin mengungkapkan, sejumlah saksi sudah diamankan dan diperiksa terkait aksi bom bunuh diri yang dilakukan RMN di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) kemarin.

Saksi yang diperiksa itu termasuk istri pelaku, Dewi.

"Kami telah mengamankan istrinya kemudian mengamankan orangtunya, dalam arti kata meminta keterangan keluarganya," kata Mardiaz, Rabu malam.

Informasi yang diperoleh, istri pelaku berinisial D. Keberadaan D sempat menjadi tanda tanya.

Sebab, dalam serangkaian penggeledahan di rumah pelaku, termasuk di rumah orangtua D di Kecamatan Medan Marelan, yang bersangkutan tak muncul.

Warga sekitar rumah juga kurang mengenal keseharian D, karena merupakan sosok yang tertutup. Informasi yang dihimpun, dia bersama adiknya, W, sehari-hari menjual lontong pagi di depan teras rumah orangtuanya di Jalan Pasar II Marelan.

Rumah pelaku dan istrinya di Gang Melati 8, Kelurahan Tanah 600, yang kemarin digeledah polisi juga dalam keadaan kosong.

Dalam penggeledahan itu, polisi mengamankan sejumlah barang, antara lain, timbangan, barang elektronik, kabel, pipa besi panjang dan busur.

Polisi juga tampak membawa satu koper berwarna hitam dari rumah itu.

Mardiaz menuturkan, hingga kini, tim dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, Polres Belawan dan juga Densus 88 Mabes Polri masih melakukan proses pengembangan.

  • Pergi Pagi Pulang Malam

Dedek dan Dewi diketahui baru dua bulan tinggal di Pasar I Rel Gang Melati VIII No 212 C Lingkungan VI, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan.

Disebutkan warga sekitar, pasangan suami istri ini selalu pergi pagi dan pulang tengah malam.

Tetangga bernama Syahrul (23), yang tinggal bersebelahan dengan Dedek, mengatakan kedua orang itu baru pindah ke rumah tersebut beberapa bulan sebelumnya.

Menurutnya, keluarga Dedek sangat tertutup. Ia hanya sempat bertemu dengan Dedek dan istrinya pada pagi hari, sekitar pukul 08.00-09.00 WIB.

Syahrul bertemu dengan Dedek dan Dewi saat keduanya akan pergi, yang tidak pernah diketahui tujuannya ke mana. "Enggak tahu kerjanya apa. Katanya ojek online," kata Syahrul, Rabu (13/11/2019).

Ketika berpapasan pun, tegur sapa saja. Dengan rutinitas demikian, dia mengaku tidak mengenal keduanya dengan baik. "Dia berangkat kerja pagi, pulangnya sering jam 12 malam, jaranglah ngobrolnya," ujarnya.

Syahrul mengaku tidak pernah merasa curiga dengan tetangga barunya itu.

Disebutkannya, ketika berpindah ke rumahnya, Dedek dan Dewi membawa barang dengan satu mobil pikap. "Ada lah pernah kemarin kayak mukul-mukul dinding, mungkin pasang paku. Selebihnya tak ada," sebutnya.

Syahrul menjelaskan bahwa sekitar tiga minggu yang lalu kawan-kawan pelaku berkunjung ke rumah Dedek.

Baca juga: Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Polisi Amankan Istri dan Mertua Terduga Pelaku

Kawan-kawan Dedek itu menggunakan sepeda motor dan saat itu, kondisi pintu rumahnya dibuka. "Ada kawannya dua atau tiga sepeda motor datang. Mereka datang dengan cara berboncengan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menggeledah rumah kontrakan Dedek di No 212 C Lingkungan VI, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan yang merupakan milik seorang warga bernama Fauziah.

Setelah sekitar sejam penggeledahan di rumah itu, polisi membawa sejumlah barang-barang dari rumah tersebut. Barang-barang tersebut seperti kabel, kotak, anak panah, pipa besi panjang dan juga satu koper berwarna hitam.

4 Anggota Keluarga Dibawa Polisi

Selain itu, petugas menyambangi sejumlah keluarga pelaku. Sebanyak empat orang keluarga RMN diboyong oleh pihak kepolisian pada Rabu (13/11/2019) siang.

Keempat orang yang diboyong itu adalah sepupu pelaku atas nama M, laki-laki adik dari orangtua pelaku, serta dua bibi dari pelaku inisial At dan T.

Seorang bibi pelaku atas nama At saat akan diboyong sempat berusaha untuk memperlambat proses dengan meminta kakak lainnya T untuk ikut diboyong.

"Itu si T kenapa enggak ikut?" katanya saat akan diboyong oleh pihak kepolisian, Rabu (13/11/2019).

Tak lama berselang, At beserta dengan bibi lainnya dan adik dari orangtua pelaku diboyong oleh pihak kepolisian menggunakan mobil Kijang Innova berwarna perak.

Kepala Lingkungan (Kepling) III Poetra membenarkan bahwa RMN pernah tinggal di kawasan tersebut. Namun, setelah menikah dia pindah ke Marelan.

"Terakhir ketemu sebelum dia menikah tahun 2018," kata Poetra di TKP rumah terduga pelaku bom bunuh diri, Rabu (13/11/2019).

"Dia seperti anak lainnya. Gabung dengan sebaya dan aktif di masjid. Kalau ada kegiatan Isra Miraj dan Maulid dia ikut serta," sambungnya.

  • Terekam CCTV

Dalam rekaman CCTV tampak RMN alias Dede sedang mengenakan setelan jaket hijau kombinasi hitam sedang berjalan mengenakan ransel.

Gambar rekaman CCTV ini beredar di grup WhatsApp. RMN awalnya terlihat berjalan di area Mapolrestabes Medan. Ia kemudian meledakkan diri dan terdengar suara ledakan yang cukup keras di Mapolrestabes Medan, Rabu pagi.

Pelaku peledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan diketahui sehari-hari bekerja sebagai driver online.

RMN alias Dede diketahui pernah tinggal di Jalan Jangka Gang Tentram No 89 B, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Di Gang yang memiliki lebar jalan sekitar 1,5 meter yang merupakan rumah orangtua terduga pelaku tampak bercat putih dengan cat pintu dan kosen jendela didominasi warna merah.

Kondisi rumah orangtua Dede, terduga pelaku bom bunuh diri Polrestabes Medan yang disesaki oleh awak media dan warga yang penasaran.

Sedangkan pagar rumahnya tampak cat merah yang sudah terkelupas. Seorang tetangga yang juga merupakan sepupu pelaku, Maya (41) mengatakan bahwa selama mengenal Dede, sewaktu lajang dia aktif di organisasi remaja masjid.

"Dia pernah jadi remaja masjid. Itu dulu dia pas masih lajang. Tapi semenjak sudah nikah enggak tahu apa kegiatannya," kata Maya di dekat rumah pelaku, Rabu (13/11/2019).

"Dia semenjak nikah ikut istrinya di Marelan. Tapi enggak tahu posisi pastinya di mana," sambungnya.

Dijelaskan Maya bahwa dirinya cuma sekali ke rumah Dede yaitu sewaktu mereka menikah. “Kami pergi ramai-ramai naik mobil. Dia pindah semenjak nikah. Mungkin sekitar tiga tahun yang lalu," tuturnya. 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.