HETANEWS

Pengelola Wisata Danau Siombak Medan Pasang Bambu untuk Halau Bangkai Babi

2 orang pekerja tampak memasang bambu penghalau bangkai babi di Danau Siombak, Medan, Sumatera Utara

Medan, hetanews.com - Pengelola wisata Danau Siombak, Medan, Sumatera Utara sibuk mengatasi ratusan bangkai babi yang datang dari Sungai Bederah. Selain mengevakuasi menggunakan perahu, petugas juga menghalau bangkai-bangkai ini dengan memasang puluhan batang bambu.

Bambu-bambu ini dipasang dari bibir danau sejauh radius 500 meter agar bangkai dari sungai tidak masuk ke danau.

Berdasarkan pantauan dari iNews.id, Selasa (12/11/2019), pengelola kawasan wisata Danau Siombak memperkerjakan dua orang khusus untuk memasang puluhan batang bambu yang sudah disiapkan.

"Kami pasang ini untuk menghalau bangkai supaya tidak masuk ke sini," kata Udin Siregar (45), salah satu petugas yang memasang bambu, Selasa (12/11/2019).

Pengelola Wisata Danau Siombak,

Baca juga: Bangkai Babi Berserakan di Danau Siombak Medan Bikin Penjualan Ikan Menurun

Mustika Guna Hasibuan membenarkan upaya menghalau bangkai babi dengan memperkerjakan dua warga untuk memasang bambu. Menurutnya, langkah ini ditempuh karena tiap hari, puluhan bangkai babi dari Sungai Bederah masuk ke kawasan danau.

Mustika mengatakan, meski sudah dihalau, bangkai-bangkai ini tetap mengeluarkan bau busuk yang menyengat. "Karena itu ada pegawai kami secara khusus menarik bangkai tersebut dan dievakuasi ke lokasi yang jauh dari kawasan wisata," katanya, Selasa (12/11/2019).

Selain itu, Mustika berharap pemerintah memberikan apresiasi kepada seorang karyawan Danau Siombak lantaran selama tiga pekan terakhir mengevakuasi bangkai-bangkai babi tersebut dari Danau Siombak.

”Kalau bisa, tolong apresiasi karyawan kami yang selama tiga minggu terakhir dan hari ini juga masih mengevakuasi bangkai babi dari Danau Siombak,” katanya.

Akibat bangkai-bangkai babi ini, kunjungan wisatawan menurun dan tidak sedikit yang membatalkan kunjungan. Ada sekitar 10 wisatawan yang sudah membatalkan pesanan dan jumlah kunjungan jadi berkurang sebesar 30 persen.

Rata-rata kunjungan wisatawan ke Danau Siombak setiap akhir pekan bisa mencapai 1.300-1.500 orang. Namun sejak ada bangkai babi, kunjungan hanya sekitar 700-900 orang.

Baca juga: Ratusan Bangkai Babi di Danau Siombak Medan Dikubur, 1 Ekskavator Amfibi Dikerahkan

Mustika mengatakan sudah ada 351 bangkai babi yang dikuburkan di lima lubang di kawasan Danau Siombak. Penguburan dilakukan oleh tim gabungan Pemko Medan, TNI/Polri, dan masyarat.

Ratusan babi ini diduga mati karena teserang virus Hog Cholera dan dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ke aliran Sungai Bederah hingga menuju ke Danau Siombak.

Diketahui, ada 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang terkena wabah virus Hog Cholera. Di antaranya Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Samosir.

Dari 11 kabupaten/kota tersebut, tercatat sebanyak 5.800 ekor babi dilaporkan mati akibat virus ini.

sumber: inews.id

Editor: sella.