HETANEWS

Tak Hadir Paripurna, Tanda tangan Walikota Hefriansyah Diganti

Anggota DPRD memperlihatkan nota jawaban yang diganti, Rabu (13/11/2019).

Siantar, hetanews.com - Lembaran tanda tangan Walikota Hefriansyah di nota jawaban walikota diganti. Hampir seluruh anggota DPRD Pematangsiantar menolak tandatangan tersebut, karena Hefriansyah tidak hadir saat rapat paripurna.

Sebelum rapat berlangsung, rapat paripurna agenda nota jawaban Walikota atas pemandangan umum fraksi DPRD terhadap R APBD 2020, diskors hampir satu jam, Rabu (13/11/2019) sore.

Anggota DPRD bersepakat menolak tanda tangan Walikota Hefriansyah dalam nota jawaban. Mereka meminta tandatangan walikota digantikan oleh Wakil Walikota Togar Sitorus yang hadir menggantikan Hefriansyah.

Pimpinan rapat yang diketuai  oleh Ketua DPRD Timbul Lingga dan Wakil Ketua Mangatas Silalahi menyetujui usulan floor. Kopian nota jawaban yang dibagikan ke anggota DPRD itu, satu persatu disobek pada lembaran terakhir tandatangan walikota.

Permintaan untuk mengganti nota jawaban itu pun diterima oleh Wakil  walikota, Togar Sitorus. Saat membacakan nota jawaban,  Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Walikota Hefriansyah.

"Nota jawaban atas pandangan fraksi-fraksi yang ditandatangani walikota, Bapak Ibu anggota dewan yang terhormat, Saya wakil walikota yang menandatangani,".

"Dan kami sudah berkordinasi dengan walikota, beliau setuju. Untuk itu, saya akan bacakan nota jawaban walikota," kata Togar Sitorus kemudian membacakan nota jawaban tersebut.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Ferry SP Sinamo menjelaskan, secara De Facto dan de Jure, yang hadir dalam paripurna itu adalah wakil walikota. Oleh karena itu, yang menandatangani nota jawaban tersebut adalah wakil walikota, bukan Walikota Hefriansyah.

"[Dalam nota jawaban] Tanggal 13 November 2019 walikota Pematangsiantar Hefriansyah  ditantanda tangani, berarti disini kan beliau, berarti kan disini [Pematangsiantar]."

"Tapi setahu kita beliau kan di Jakarta, ada tugas, resmi tugas beliau. Maka kalau begitu jangan ada pembohongan, makanya diganti, kan. Secara de facto dan de jure siapa yang hadir, kan wakil. Iya wakil dong meneken," tegasnya.

Kata Wakil Ketua Komisi II ini, Hefriansyah sebelumnya sudah menyampaikan ketidak hadirannya dalam paripurna. Hefriansyah hari ini menghadiri pertemuan Forkopimda se Indonesia di Jakarta.

"Justru kita tahu, kita paham dia di Jakarta makanya dia tidak menandatangani karena dibuat di Pematangsiantar. Sementara di nota jawaban dibuat di Pematangsiantar, walikota hefriansyah ditandatangani dan distempel. Berarti seharusnya dia disini kan, padahal beliau gak disini," pungkasnya.

Menurut Ferry, hal seperti ini tidak boleh dibiarkan apalagi dianggap sepele. Dalam mengemban tugas, kata dia, harus dilakukan secara sungguh-sungguh. 

Baca juga: Honorer di OPD dan Penyertaan Modal Perusda Perlu dievaluasi

Penulis: gee. Editor: edo.