HETANEWS

Pagar Nusa: Bom Bunuh Diri di Medan Ujian Bagi Pemerintahan Jokowi

Ketua Umum PP Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen.

Jakarta, hetanews.com - Pengurus Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama mengutuk aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Jihad atas nama agama dengan bom bunuh diri tidak relevan, apalagi Indonesia negara demokratis yang damai dan memberi kebebasan beribadah bagi semua pemeluk agama.

Ketua Umum PP Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen mengatakan, aksi bom bunuh diri di Medan menyasar simbol keamanan negara. Serangan seperti ini pernah terjadi saat Wiranto yang saat itu menjabat menko polhukam ditusuk di Pandeglang, Oktober 2019 lalu.

Menurut Nabil, pelaku, baik personal maupun dengan jaringan, berupaya meruntuhkan kepercayaan publik pada negara. Aksi-aksi kekerasan dan bom bunuh diri begini tidak bisa dianggap enteng.

”Ini ujian bagi pemerintahan Jokowi (Joko Widodo). Presiden Jokowi telah menunjuk beberapa menteri yang memiliki fokus penanganan radikalisme. Jadi, aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan merupakan ujian penting keseriusan negara menangani aksi radikalisme dan terorisme, serta mengantisipasi aksi serupa di waktu mendatang,” kata Nabil di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Pagar Nusa, kata dia, menginstruksikan seluruh pendekar dan kader untuk siaga, menunggu komando dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pascapengumuman Kabinet Indonesia Maju beberapa waktu lalu, PBNU telah percaya pemerintah siap dan sigap menangani radikalisme-terorisme.

PBNU akan fokus mengurus peningkatan sumber daya umat, kesejahteraan ekonomi dan sosial. Terkait aksi teror ini, Pagar Nusa menimbang program deradikalisasi perlu ditinjau ulang.

Menurut Nabil, selama ini deradikalisasi hanya jadi seremoni. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, BNPT, dan sederet lembaga punya program deradikalisasi.

”Perlu ada rumusan ulang deradikalisasi, dengan mencontoh dan mereplika upaya deradikalisasi yang selama ini dikerjakan kiai-kiai dengan mengajar santri di pesantren,” ucapnya.

Bom bunuh diri meledak di Polrestabes Medan, Rabu pagi tadi. Ledakan itu mengakibatkan enam orang terluka. Mereka terdiri atas empat anggota Polri, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil.

Empat polisi yang juga menjadi korban luka-luka saat ledakan tersebut, telah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Para korban yang terkena serpihan bom juga sudah mendapat perawatan. Adapun terduga pelaku, Rabbial Muslim Nasution tewas.

sumbner: inews.id

Editor: sella.