HETANEWS

Gojek Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia

Gojek Siap Melantai di Bursa Efek IndonesiaGojek siap menawarkan sahamnya kepada publik di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: ilustrasi).

Jakarta, hetanews.com - Perusahaan rintisan berbasis teknologi Gojek berencana menawarkan sahamnya kepada publik (intial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Apa yang melatarbelakangi perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim itu untuk IPO di tanah air? 

PT Karya Anak Bangsa, perusahaan teknologi rintisan yang dikenal dengan nama Gojek berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, lewat pernyataan tertulisnya kepada VOA, Selasa (12/11) mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan berbagai persiapan untuk dapat menawarkan sahamnya kepada publik atau IPO. Ia belum merinci kapan tepatnya IPO akan dilakukan, termasuk target dana yang ingin diraih dari IPO.


"Gojek sekarang telah memasuki babak berikut dengan strategi ‘Melangkah Jauh ke Depan’ yang salah satu fokusnya adalah memastikan pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis untuk siap melantai di Bursa. Jadi saat ini kita sedang dalam tahap persiapan, waktu tepatnya kapan belum ditentukan," ungkap Nila.

Ditambahkannya, langkah IPO ini adalah salah satu strategi yang cukup baik bagi pengembangan Gojek di masa depan, apalagi hingga saat ini masih belum ada perusahaan rintisan berbasis teknologi yang listing di Indonesia.

Perusahaan rintisan Nadiem Makarim ini juga melihat kemungkinan untuk melakukan dual-listing atau menawarkan saham di dua pasar sekaligus. Namun sekali lagi, Nila menekankan hal tersebut masih didiskusikan di internal Gojek sendiri. Semuanya, kata Nila bergantung kepada kondisi pasar di tiap-tiap negara.

Saat ini, pihaknya masih fokus untuk mempersiapkan rencananya melantai di BEI, antara lain dengan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi Gojek. Pertumbuhan ini diprediksi dapat dicapai dengan meningkatkan loyalitas pelanggan dan user experience melalui pendekatan berbasis produk.

"Kami yakin kepuasan pelanggan menjadi salah satu kunci bagi pertumbuhan jangka panjang Gojek, termasuk agar kami dapat terus menciptakan dampak sosial positif yang semakin besar bagi masyarakat di mana kami beroperasi. Gojek melakukan pendekatan berbasis produk, yang artinya memastikan bahwa produk yang kami sediakan mudah digunakan dan benar-benar menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari pelanggan kami. Harapannya, fokus pada kepuasan pelanggan akan terus meningkatkan loyalitas yang berujung pada peningkatan frekuensi penggunaan aplikasi Gojek. Hal ini juga menjadi salah satu modal kesiapan kami untuk melantai di bursa," jelas Nila.

Konsep Super-App Gojak Jadi Referensi di Industri Teknologi Global

Selain itu, Nila juga menjelaskan Gojek sebagai pelopor konsep super app, modal ekosistem bisnis Gojek yang menghubungkan jutaan orang pelanggan, mitra pengemudi, merchant atau pemilik usaha, serta penyedia layanan telah berhasil membuktikan keberhasilannya. Bahkan konsep serupa dijadikan referensi bagi para pemain di industri teknologi global. Menurutnya keberhasilan tersebut bisa menjadi salah satu keuntungan untuk menarik minat investor saat melantai di BEI kelak

"Keberhasilan sistem operasi Gojek juga dibuktikan dengan pertumbuhan total pengguna aktif bulanan yang mencapai 1,5 kali lipat dalam satu tahun terakhir, berdasarkan data dari sebuah platform global independen yang menganalisis penggunaan aplikasi mobile sedunia. Hal ini didukung oleh semakin bertambahnya jumlah pelanggan yang menggunakan setidaknya tiga layanan Gojek dalam sebulan (core users). Ini menjadi indikator bahwa upaya kami untuk menjadi super app kehidupan sehari-hari tepat sasaran," ujarnya.

Gojek Siap Ekspansi ke Mancanegara?

Adapun kabar rencana ekspansi Gojek ke negara-negara lain memang menjadi salah satu rencananya. Namun, untuk ke negara mana lagi pihaknya akan berekspansi, masih didiskusikan lebih lanjut dan belum diputuskan.

"Terkait rencana ekspansi, Gojek ingin terus menjadi perusahaan karya anak bangsa yang semakin mengharumkan nama Indonesia di kancah global. Aspirasi kami adalah untuk meningkatkan rasio dari pelanggan Indonesia vs pasar internasional; dari 80:20 menjadi 50:50, yang akan dicapai dengan cara terus memperkuat layanan di negara-negara tempat kami beroperasi seraya mengeksplor peluang untuk hadir di pasar-pasar baru di Asia Tenggara. Rencana lebih jauh akan kami informasikan pada saat yang tepat." tegasnya.

Pengamat: IPO Gojek Dapat Picu Masuknya Investor Asing

Sementara itu pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menilai langkah IPO Gojek ini sebagai langkah yang baik karena bisa mengundang investor asing masuk lebih banyak lagi ke Indonesia, dan akan berimbas positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).


"Jadi kalau dia listing-nya di Indonesia, kalau di Bursa Efek Jakarta ya bagus. Saya kira ini akan menjadi dorongan sentimen positif juga bagi IHSG secara total karena kapitalisasi pasarnya gojek juga pasti besar ya apalagi statusnya kan decacorn. Jadi ini juga akan membuat banyak investor asing masuk ke Indonesia, jadi kalau semakin cepat momentumnya juga bagus ya sebelum ada resesi global dan segala macam, jadi ini bisa banyak multiplayer efeknya ya kepada perekonomian pada jangka pendek maupun jangka panjang," jelas Bhima kepada VOA.

Meski begitu, kata Bhima tantangan Gojek ke depan dengan rencana IPO ini cukup berat, antara lain potensi terjadinya resesi global. Oleh karena itu semakin cepat Gojek melantai di BEI akan semakin baik. Apalagi rencana Gojek yang tidak hanya ingin melantai di BEI saja, namun di bursa di negara lain, atau dual listing. Menurutnya Gojek harus sangat berhati-hati dalam memilih negara mana yang akan dituju dalam melakukan listing nanti, apalagi banyak startup-startup dari negara lain yang malah harga sahamnya jatuh setelah melakukan IPO.

"Terus juga salah satu tantangan lainnya banyak juga yang pesimis atau skeptis melihat turunnya saham Uber, kemudian sahamnya batal IPO, kan ini sama-sama soft bank di belakangnya. Jadi itu yang membuat mereka sebenarnya kalau kita lihat momentumnya kapan lagi kalau tidak 2019 ini sisa berapa bulan terakhir ini. Kalau 2020 banyak tantangan-tantangan terus tadi beberapa startup yang ternyata memang performanya kurang bagus tapi sudah terlanjur listing di bursa, preferensi investornya agak sedikit menjauhi resiko, jadi kalau dua listing di AS dan Indonesia mungkin jadi salah satu strategi sih, mending oversubscribe pada waktu IPOnya," jelasnya.

Ia pun cukup optimis bahwa saham Gojek nantinya akan diminati oleh para investor. Bahkan menurutnya, Gojek adalah salah satu perusahaan yang paling ditunggu IPO-nya oleh pasar. Oleh karena itu, menurutnya agar harga saham Gojek tidak jatuh, Gojek harus bisa membuktikan kinerja dan menghasilkan profit dengan baik di mata investor.

"Nanti kita lihat hasil auditnya kalau sudah jadi TBK (terbuka) kan kita bisa lihat laporan keuangannya, sehingga investor bisa mempelajari. Selama ini memang Gojek melakukan bakar uang, dan ini juga beberapa tahun Gojek beroperasi katanya belum profit, ini juga menjadi pertimbangan juga bahwa investor ke depan akan meminta dividen, bukan hanya capital gain dari harga saham waktu IPO dan penjualan sekunder, tapi juga minta dividen. Kalau Gojek bisa membuktikan bahwa tidak selamanya membakar uang, dan mulai menghasilkan profit, nah ini menjadi hal yang menarik bagi investor, yang membedakan tadi dari yang gagal," jelasnya.

Ia pun yakin bahwa dengan Gojek melantai di BEI nanti akan menjadi pelopor startup lainnya di tanah air untuk juga bisa melantai di BEI dan itu bisa berimbas positif bagi perekonomian Indonesia.

Menkominfo Sambut Baik Rencana IPO Gojek

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyambut baik rencana startup teknologi ini untuk melantai di bursa. Menurutnya hal tersebut menjadikan publik dapat mengawasi kinerja daripada Gojek ini, sehingga semuanya bisa lebih transparan.

"Kita mendukung kan itu aksi korporat ya, karena itu aksi korporat kita mendukung, berarti ada pengembangan. Ada berbagai alasan masuk pasar. Salah satu alasannya itu untuk partisipasi publiknya, kapitalisasi pasarnya, untuk sizing, memperbesar sizenya; yang kedua dalam rangka kebutuhan untuk mencari alternatif pembiayaan ekspansi usaha. Kalau bisa dapat sumber pembiayaan dari stock market itu semakin sehat, pasar modal semakin sehat, model pembiayaan untuk korporasi semakin bagus untuk pengembangan. Dengan dilakukan public listing maka partisipasi kontrol publiknya dalam rangka transparansi usaha korporasi menjadi lebih baik tentu pemerintah dukung apalagi itu di industri teknologi informasi, seneng saya kalau dengar dia berkembang," jelas Johnny kepada VOA.

Johnny berharap lewat program “menciptakan seribu start up di tanah air,” ia berharap perusahaan-perusahaan rintisan lainnya juga bisa mengikuti jejak Gojek dengan listing di bursa di tanah air

Sumber: voaindonesia.com

Editor: tom.