HETANEWS

Prabowo dan Dubes Arab tidak Bahas soal Rizieq

Biro Humas Setjen Kemhan Menhan Prabowo Subianto dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi

Jakarta, hetanews.com - Pertemuan  antara Menhan Prabowo Subianto dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (12/11), tidak membahas soal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

"Secara spesifik karena tadi temanya tentu pertahanan, kunjungan kehormatan, pihak Arab Saudi belum membahas secara khusus terkait dengan itu (Rizieq)," ujar juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Namun, sambung dia, Prabowo rencananya akan mempelajari persoalan tersebut, seperti yang disampaikannya kepada awak media di Istana Negara, Jakarta. Selain itu, sambung dia, Prabowo juga bakal mendiskusikan hal tersebut dengan Presiden Joko Widodo.

"Kemudian beliau ingin melihat perspektif dan kondisi dari pihak kita tentu pemerintah, dalam hal ini misalnya BIN dan pihak Arab Saudi, Kemenlu dan sebagainya. Karena tadi Pak Menhan sampaikan beliau akan pelajari," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menepis informasi yang menyebut pemerintah meminta otoritas Arab Saudi untuk membuat surat pencekalan terhadap pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Sampai saat ini enggak ada (surat pencekalan yang ditunjukkan Rizieq). Saya sudah berkantor di sini tiga minggu," ujar Mahfud kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (11/11).

Pernyataan adanya surat pencekalan disampaikan Rizieq melalui rekaman audio visual di situs berbagai video YouTube. Rizieq yang berada di Arab Saudi mengaku tidak bisa pulang ke Tanah Air karena alasan keamanan, seperti yang tertulis di surat tersebut.

Mahfud memastikan hingga saat ini pemerintah Indonesia tidak mengetahui kebenaran surat yang dipersoalkan Rizieq. Untuk membuat benderang informasi itu, Ia pun meminta Rizieq segera mengirimkan surat tersebut.

"Saya ingin tahu itu surat benar? Apa surat resmi atau berita koran atau apa kan begitu. Ini cuma diginikan (diperlihatkan) di medsos. Coba suruh kirim copynya ke saya, saya ingin tahu," pungkas Mahfud.

Sumber: mediaindonesia.com

Editor: tom.