HETANEWS

Seorang Abdi Dalem Keraton Yogya Diduga Lecehkan Mahasiswi di Alun-Alun Utara

Ilustrasi Pelecehan Seksual.

Yogyakarta, hetanews.com -  Seorang yang diduga abdi dalem Keraton Yogyakarta berinisial SW (68) melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi. Pelecehan ini dilakukan di Alun-alun Utara, Kota Yogyakarta pada Minggu (10/11) malam.

Sekretaris Forum Komunikasi Alun-alun Utara (FKKAU), Krisnadi mengatakan pria yang diduga abdi dalem tersebut diamankan, Minggu (10/11). Ketika diamankan, SW tersebut mengenakan baju peranakan yang identik dengan busana abdi dalem.

"Awalnya sekitar pukul 22.10 WIB ada tiga mahasiswi di tengah Alun-alun. Seseorang yang terduga abdi dalem itu datang dan lalu terlibat obrolan yang tiba-tiba menjurus ke hal porno. Sambil merayu mendekati salah satu mahasiswi, dan mencoba memegang tangan mahasiswi berinisial SA (20)," ujar Krisnadi saat dihubungi.

Saat dipegang tangannya, SA pun menepisnya. Setelahnya SW mencoba mendekati dua mahasiswi lainnya yaitu E (21) dan MDA (19) yang berjalan di belakang SA.

"Terduga abdi dalem mendekati mahasiswi MDA dan ngobrol terus menarik tangan mahasiswi MDA, dipaksa memegang kemaluan oknum terduga abdi dalem," ungkap Krisnadi.

Krisnadi menjelaskan MDA kemudian lari ke arah dua temannya. Ketiganya pun kembali ke Pendopo Lawas tempat mereka parkir kendaraan.

"Korban terus menangis lalu diantar ke pos PAM budaya oleh tukang parkir. Oleh teman-teman FKAAU, mencari keberadaan pelaku. Pelaku pun kemudian diamankan ke pos FKAAU dan diserahkan ke Polsek Gondomanan," ucap Krisnadi.

Sementara itu Kapolsek Gondomanan, Kompol Purwanto menerangkan pihaknya telah mendapatkan informasi tentang dugaan pelecehan seksual tersebut. Namun menurut Purwanto, hingga saat ini korban belum melaporkan kasus pelecehan yang dialaminya ke Polsek Gondomanan.

"Sampai saat ini belum ada laporan dari yang dilecehkan. (Kasus pelecehan seksual) itu delik aduan kalau tidak ada pelaporan tidak bisa diproses. Kalau ada (korban pelecehan seksual), langsung segera lapor. Langsung kita proses," tegas Purwanto.

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.