HETANEWS

Tahanan Kasus Penggelapan Nikahi Kekasih di Polres Langkat

Pernikahan tahanan Polres Langkat. ©2019

Jakarta, hetanews.com -  Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Peribahasa itu sepertinya yang tengah dirasakan AP, pemuda 26 tahun warga Desa Stungkit, Kecamatan Wampu. Pernikahan yang seyogyanya digelar secara sakral dan dirayakan dengan sukacita berubah menjadi duka.

AP harus menikahi FH (21), perempuan yang dicintainya di lingkungan Polres Langkat. Sebelum menjadi pengantin mempelai pria, AP sudah lebih dulu menjadi tahanan Polres Langkat karena kasus penggelapan pupuk untuk pertanian.

"Benar, tersangka AP mendapat izin dari pimpinan kita hanya untuk acara ijab kabul (pernikahan)," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Langkat Iptu Rohmad di Stabat, Selasa (12/11) seperti diberitakan Antara.

Kedua mempelai dipertemukan dan melaksanakan pernikahan di Masjid Darussalam di kompleks Markas Polres Langkat dengan mendapat pengawalan personel kepolisian setempat.

"Usai ijab kabul, tersangka AP kita masukkan kembali ke sel tahanan," kata dia.

Ijab kabul keduanya berlangsung dengan khidmat, disaksikan kedua belah pihak keluarga dan dipandu Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan (P4).

Usai melaksanakan ijab kabul, AP mengatakan dirinya dan istri yang baru dinikahinya telah berjanji akan menikah.

Dia juga menjelaskan bahwa pihak keluarga belum menyebarkan undangan untuk kepentingan resepsi perkawinan mereka.

Tersangka AP menceritakan mengapa dirinya saat ini berada dalam sel tahanan Polres Langkat karena dijebak oleh pemilik pupuk.

"Karena saya hanya membawa mobil rentalan yang disuruh pemiliknya. Namun, di perjalanan pemiliknya kabur duluan, dan saya ketangkap," katanya.

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.