HETANEWS

Bayi Dalam Kandungan Istri yang Diracun Suami Terlahir Selamat

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widiyas Sampurna saat menjenguk Pujiati, istri yang diracun suaminya karena cemburu.

Semarang, hetanews.com - Kondisi istri hamil 8 bulan di Semarang yang diracun suaminya berangsur membaik. Meski sempat kritis, Pujiati (35) kini telah kembali ke rumahnya di kawasan Citarum Selatan, Semarang Timur, Kota Semarang.

Namun, bayi dalam kandungannya terpaksa harus lahir lebih awal melalui operasi caesar di RS Panti Wilasa Citarum, lantaran sempat mengalami lemah jantung.

"Waktu dirawat di rumah sakit, kandungan saya lemah dan detak jantung bayi turun. Dokter memutuskan untuk dilakukan operasi caesar. Alhamdulillah, bayi saya selamat," kata Pujiati saat ditemui di rumahnya, Senin (11/11).

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widiyas Sampurna saat menjenguk Pujiati, istri yang diracun suaminya karena cemburu.

Kondisi bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu tampak baik dalam gendongan sang ibu. Kepada Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widiyas Sampurna, korban bercerita soal perangai kasar suaminya.

"Waktu masih hamil 5 bulan, dia (suaminya) mencekik di depan anak kedua dan mengancam akan membunuh bayi saya kalau lahir nanti," ujarnya.

  • Modal Usaha dari Polisi

Agil berharap korban dapat mengambil hikmah dari kejadian ini. Dia menyarankan Pujiati untuk tak lagi melanjutkan profesinya sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Untuk mendukung itu, Agil memberi modal Pujiati membuka warung kopi.

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widiyas Sampurna saat menjenguk Pujiati, istri yang diracun suaminya karena cemburu.

"Saya harap, korban sadar dan mau berubah. Kejadian ini tentunya menjadi pelajaran untuk meninggalkan kemaksiatan. Kami ingin Bu Pujiati dapat bekerja halal seperti berjualan," kata Iptu Agil.

Pujiati diracun oleh sang suami, Agus Suwito (35), karena cemburu. Agus kesal Puji yang menjadi PSK, punya hubungan spesial dengan lelaki lain.

Sebetulnya awalnya Agus setuju Puji jadi PSK untuk menambah penghasilan keluarga. Sebab dia mengaku, penghasilannya sebagai pekerja serabutan tak cukup untuk menopang ekonomi keluarga, terlebih untuk membayar utang.

Namun saat mengetahui ada pelanggan yang punya hubungan spesial dengan sang istri, dia mengaku kesal dan meminta Puji berhenti jadi PSK. Sayangnya Puji tak mau. Hingga akhirnya Agus gelap mata meracun sang istri yang tengah hamil 8 bulan. Kini Agus mendekam di penjara akibat perbuatannya tersebut.

Sumber: kumparan.com

Editor: suci.