HETANEWS

Pemilu Keempat Spanyol Belum Pecahkan Kebuntuan

PM Spanyol Pedro Sanchez berpose di hadapan para pendukungnya usai mengetahui hasil pemilu, Minggu 10 November 2019 . (Foto: AFP)

Madrid, hetanews.com - Partai Sosialis Spanyol (PSOE) meraih kursi terbanyak dalam pemilihan umum pada Minggu 10 November, namun kembali gagal meraih mayoritas. Sementara beberapa partai sayap kanan meraih jumlah kursi yang cukup signifikan.

 
Kubu konservatif di bawah Partai Populer (PP) berada di peringkat kedua dalam jumlah kursi, sedangkan pendatang baru Vox yang berhaluan kanan-jauh berhasil menduduki posisi ketiga.

 
Pemungutan suara ini merupakan kali keempat di Spanyol dalam empat tahun terakhir. Pemilu sebelumnya April lalu juga berakhir tanpa suara mayoritas, dan kubu sosialis di bawah Perdana Menteri Pedro Sanchez gagal membentuk pemerintahan baru.

Kali ini, sosialis mendapat 120 dari total 350 kursi di parlemen Spanyol. Angka tersebut tiga kursi lebih sedikit dibanding pemilu April lalu.
 
PP mendapat 88 kursi, naik dari 66 di pemilihan sebelumnya. Sementara Vox meraup 52, naik signifikan dari hanya 24.
 
Menemui para pendukungnya, PM Sanchez menegaskan bahwa prioritasnya adalah "membentuk pemerintahan stabil dan menjalankan politik yang menguntungkan semua masyarakat Spanyol."

"Saya menyerukan kepada semua partai politik untuk bertindak baik dan juga bertanggung jawab untuk mengakhiri situasi politik di Spanyol saat ini," ungkap PM Sanchez, dikutip dari BBC, Senin 11 November 2019.

Setelah gagal membentuk pemerintahan, PM Sanchez berharap pemilu kali ini dapat memperkuat kubu sosialis. Namun Pablo Iglesias, pemimpin partai Podemos dari sayap kiri, memperingatkan PM Sanchez bahwa pemilu ini hanya akan memperkuat sayap kanan.

"Sekali lagi, kami mengulurkan tangan kepada partai Sosialis dan juga Pedro Sanchez," sebut Iglesias, mengindikasikan dirinya siap berkoalisi.

Podemos adalah mitra natural sosialis. Namun koalisi keduanya belum cukup untuk mendapat 176 kursi yang dibutuhkan untuk mencapai mayoritas di parlemen.

Pemilu terbaru di Spanyol terjadi kurang dari satu bulan usai Mahkamah Agung Spanyol menjatuhkan vonis penjara kepada sembilan tokoh separatis Catalonia. Vonis tersebut memicu gelombang protes separatis Catalonia, terutama di Barcelona.

Dalam unjuk rasa terbaru, ribuan separatis Catalonia turun ke jalanan Barcelona dalam memprotes kunjungan Raja Spanyol Felipe VI.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.