HETANEWS.COM

AFPI: Pinjaman Daring Sumbang Rp60 Triliun ke PDB

Ilustrasi. Foto : AFP.

Jakarta, hetanews.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat industri fintech peer to peer (P2P) lending alias pinjaman online (daring) telah menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp60 triliun. Angka ini meningkat 131 persen dalam setahun terakhir.

 
Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan keberadaan industri pinjaman online terus berkontribusi aktif dalam meningkatkan perekonomian digital secara inklusif. Bahkan, industri ini diyakini punya potensi untuk terus berkembang dan berperan besar untuk pertumbuhan ekonomi digital nasional.

 
"Kami yakin angka ini terus mengalami pertumbuhan seiring dengan upaya yang terus industri ini lakukan, antara lain melakukan literasi serta inklusi keuangan di masyarakat," ujar Adrian dalam pemaparan hasil riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) bersama AFPI di Hotel JS Luwansa, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 11 November 2019.

Berdasarkan data Indef, jelas Adrian, kehadiran pinjaman online mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 326 ribu orang atau meningkat sebanyak 68 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah serapan tenaga kerja itu setara 0,32 persen dari total angkatan kerja secara nasional.

 
Kemudian, penyaluran dana dan investasi teknologi finansial yang dilakukan pinjaman online juga mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,7 persen. Kondisi ini membuat jumlah penduduk miskin berkurang sebesar 177 ribu jiwa dan mengurangi ketimpangan (rasio gini) sebesar 0,01.

 
"Keberadaan fintech semakin relevan sebagai sarana untuk memperdalam pasar keuangan di Indonesia. Kami berharap dengan komitmen bersama antara asosiasi dan anggota penyelenggara yang solid dapat terus memberikan fasilitas layanan keuangan di setiap lapisan masyarakat, meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkualitas," ucap Adrian.

 
Peneliti Indef Izzudin Al Farras mengungkapkan, penyebaran layanan pinjam meminjam fintech ke wilayah luar Jawa juga turut meningkat hingga 107 persen (year on year). Dengan demikian, pinjaman online ini juga berpotensi memiliki peran besar dalam mendukung pemerataan ekonomi, khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Fintech peer to peer lending memiliki peran terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Salah satu yang bisa kita lihat adalah peningkatan pendapatan untuk petani di desa sebesar 1,23 persen dan pekerja perdagangan di kota sebesar 2,59 persen," urainya.

Selain itu, sambung dia, kehadiran pinjaman online juga meningkatkan pengeluaran rumah tangga pengusaha pertanian sebesar 1,34 persen. Kemudian rumah tangga golongan rendah perkotaan sebesar 1,34 persen dan rumah tangga golongan atas perkotaan meningkat 1,77 persen.

Bersama para anggota penyelenggara fintech P2P lending, AFPI telah membangun ekosistem layanan keuangan berbasis digital yang semakin solid. Hingga September 2019, sebanyak 144 anggota terdaftar di bidang produktif multiguna, konsumtif, dan syariah. Dari jumlah tersebut, 13 anggota di antaranya telah berstatus berizin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada periode yang sama, akumulasi penyaluran pinjaman mencapai Rp60,41 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 166,51 persen (year to date). Kemudian akumulasi rekening lender mencapai 558.766 entitas, meningkat 169,28 persen (year to date). Dan akumulasi rekening borrower sudah mencapai 14.359.918 entitas, meningkat 229,40 persen (year to date).

Sumber: medcom.id

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!