HETANEWS

Pasutri Penipu Divonis 18 Bulan dan 3 Tahun Penjara

Pasutri disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Pasangan suami istri (Pasutri) yang sempat DPO selama 40 hari, akhirnya divonis bervariasi oleh ketua majelis hakim, Roziyanti SH,   Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH, sebagai hakim anggota, di PN Simalungun, Senin (11/11/2019).

Ricardo Simanjuntak als Kardo (47), diganjar 3 tahun, sedangkan istrinya, Monita Siska Suherli Pulungan als Mak Dita (37), diganjar 18 bulan penjara.       

Rikardo diringankan 1 tahun dari tuntutan jaksa, sedangkan istrinya, diringankan 2 bulan.

Pasutri itu, dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 378 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana. Keduanya terbukti melakukan penipuan terhadap saksi korban, Dr. Kristin Riviera Mart Nahampun MM, sebanyak Rp 235 juta.        

Menurut hakim, penipuan itu dilakukan pada bulan Nopember 2017 dan Januari 2018, lalu.

Dengan bujuk rayu, kedua terdakwa menemui saksi korban, di rumah praktek Dr.Diklanto Silaen, di jalan Besar Sarimatondang Sidamanik.        

Para terdakwa, berhasil membujuk korban dengan janji akan dibayar setelah 3 bulan. Uang yang dipinjam secara bertahap Rp.25 juta, keesokannya juga Rp.25 juta, lalu Rp.35 juta dan seterusnya hingga total mencapai Rp 235 juta.

Setelah 3 bulan lebih, pasutri ini berdalih dengan mengatakan "gak ada uang kami lagi", katanya.        

Pemberian uang, disaksikan Dr.Diklanto dan stafnya, juga bukti kwitansi tanda penerimaan uang. Korban lalu melaporkan hal ini kepada pihak berwenang dan keduanya diproses sesuai hukum.          

Saat disidangkan, keduanya sempat melarikan diri, karena berstatus tahanan rumah.

Setelah ditangkap dan ditahan, kemudian diadili. Atas putusan hakim, jaksa Barry Sugiarto Sihombing SH, menyatakan pikir-pikir.          

Sidang dibantu panitera, Jonni Sidabutar SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.