HETANEWS

Pancaroba, Warga Jakarta Timur Diminta Waspadai DBD dan Diare

Nyamuk Aedes aegypti, vektor alias hewan pembawa wabah demam berdarah dengue

Jakarta Timur, hetanws.com - Saat ini, sebagian wilayah di Tanah Air mulai memasuki musim hujan. Untuk itu, Suku Dinas (Sudin) Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk mewaspadai timbulnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama pancaroba atau peralihan musim tersebut.

“Sejak musim kemarau tahun ini, tren DBD justru turun. Tapi kita ketahui bersama kalau telurnya (nyamuk) saja bisa bertahan walau tidak di air,” kata Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Indra Setiawan, di Jakarta, Senin (11/11/2019) pagi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada 2018, warga Jakarta Timur yang mengidap DBD tercatat mencapai 685 orang. Kecamatan Cipayung menjadi kawasan dengan kasus DBD terbanyak di Provinsi DKI Jakarta pada tahun lalu. “Untuk mengecek data tahun sekarang, saya belum bawa datanya,” ujar dia.

Kendati demikian, Indra meminta masyarakat untuk terus menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungannya, mumpung intensitas hujan belum terlalu sering. Peralihan musim kemarau ke musim hujan seperti yang terjadi saat ini di wilayah Jakarta Timur, menurut dia, berpotensi memicu timbulnya sejumlah penyakit.

Selain DBD, jenis penyakit yang juga perlu diantisipasi adalah diare akibat faktor lingkungan kotor. “Kita justru khawatir pada peningkatan kasus diare karena kaitannya sama kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Dia mengingatkan, ada dua hal yang bisa dilakukan masyarakat guna mengantisipasi timbulnya penyakit di musim pancaroba ini. Kedua hal itu adalah menjaga ketahanan tubuh serta lingkungan tempat tinggal. “Ketahanan tubuh harus cukup istirahat, jaga pola konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang, cukup istirahat dan olahraga, kalau ada gejala segera cek kesehatan,” ucapnya.

sumber: inews.id

Editor: sella.