HETANEWS

Diduga Terlibat Komplotan Penipuan Via Telepon, Priatin Tetap Binaan Lapas Kelas IIA Siantar

Kompolotan penipuan yang diamankan polisi dan salah satunya warga binaan Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.

Simalungun, hetanews.com - Salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas IIA Pematangsiantar yang diduga ikut terlibat dalam komplotan penipuan seorang anggota DPRD Kutai Kartenegara, masih berada di Lapas kelas IIA Pematangsiantar

Humas Lapas kelas IIA Pematangsiantar, Hiras Silalahi saat disambangi di ruang kerjanya, membenarkan, bahwa ada petugas dari Polres Kutai Kartenegara datang ke Lapas Siantar untuk memeriksa salah seorang warga binaan merela, bernama Priatin (26), yang diduga telah terlibat dalam komplotan penipuan via telepon. Dimana korbannya salah seorang anggota DPRD Kutai Kartanegara.

"Petugas kepolisian Polres Kutai yang datang hanya melakukan pemeriksaan dan dilakukan didalam lapas , jadi ini bukan penangkapan seperti yang tersebar dibeberapa media,"ucap Hiras.

Hiras juga mengatakan, jika memang nantinya terbukti bersalah, Priatin yang telah menjadi warga binaan selama 3 tahun dari 9 tahun masa hukuman, karena tersandung kasus Narkotika, tetap juga harus menghabiskan sisa masa hukumannya di Lapas kelas IIA Pematangsiantar.  Setelah sisa masa hukumannya habis, baru bisa diproses di Kutai, katanya.

Baca juga: Tujuh Pelaku Penipuan Lewat HP Diringkus, Otak Pelaku Bermain Lewat Lapas Kelas II A Siantar

Terkait alat telepon seluler yang menjadi salah satu benda yang tidak bisa dimiliki salah seorang warga binaan, Hiras mengaku, para petugas Lapas kelas IIA yang jumlahnya minim, kecolongan dengan kejadiaan ini.

Selaku humas, dia juga mengatakan, bersama para petugas Lapas, selalu melakukan razia rutin terhadap para warga binaan.

Atas kasus ini, pihak Lapas akan lebih ketat lagi dalam melakukan pemeriksaan terhadap WBP dan para tamu yang berkunjung.

Sebelumnya, salah seorang napi Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, Sumut, diduga terlibat penipuan lewat telepon. Napi ini, mengaku sebagai penyidik KPK dan perwira polisi.

Komplotan penipu berasal dari WBP Lapas Aceh , Jambi dan Pematangsiantar, dimana komplotan ini berhasil meraup uang Rp 120 juta dari korbannya, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara.

Penulis: tim. Editor: gun.