HETANEWS

Jalankan Diet Keto? Anda Bisa Gunakan Pemanis Ini

Foto: (doc.shutterstock)

Jakarta, hetanews.com - Salah satu jenis diet yang sedang populer adalah diet ketogenik atau umum dikenal sebagai 'diet keto'. Banyak selebritas mengklaim bahwa mereka berhasil menurunkan berat badan secara cepat dengan diet keto. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab diet ini semakin dikenal dan banyak diikuti.


Nah, sebenarnya apakah diet ketogenik ini? Benarkah diet ini efektif dan aman dijalankan?

Mengenal Diet Ketogenik

Diet ketogenik merupakan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang belakangan ini menjadi populer untuk membantu menurunkan berat badan. Namun sesungguhnya, diet ketogenik telah digunakan sejak lama untuk terapi medis.


Epilepsy Society menyatakan bahwa diet ketogenik sudah digunakan sebagai bagian dari program terapi untuk membantu penderita epilepsi, terutama pasien anak-anak, sejak tahun 1920. Selama mengikuti diet ini, asupan karbohidrat harian umumnya dibatasi hingga kurang dari 50 gram per hari. Rendahnya asupan karbohidrat selama mengikuti diet ketogenik akan membuat tubuh kekurangan glukosa sebagai sumber energi utama.


Hal ini kemudian mendorong terjadinya proses ketosis, dimana terjadi pemecahan lemak sebagai sumber energi alternatif yang menghasilkan senyawa keton.

Manfaat dan Risiko Diet Ketogenik

Mayoritas pengikut diet ketogenik menjalankan diet ini dengan alasan untuk menurunkan berat badan. Terdapat penelitian yang memang menunjukkan bahwa diet ketogenik dapat bermanfaat membantu menurunkan berat badan, setidaknya dalam jangka pendek.


Namun, diet ketogenik sendiri menimbulkan banyak kekhawatiran di antara ahli kesehatan karena pengaruh fisiologisnya dalam jangka panjang masih belum diketahui dengan baik. Selain itu, penurunan berat badan jangka panjang dari diet ketogenic tidaklah lebih baik dibandingkan dengan program diet lainnya.


Lebih jauh, diet ini tidak lepas dari timbulnya beberapa efek samping yang dapat mengganggu kesehatan. Efek jangka pendek umum timbul di saat awal mengikuti diet ketogenik, antara lain: gangguan pencernaan, sakit kepala, rasa lemas dan kehilangan energi, sakit kepala, konstipasi, serta gangguan tidur.


Dalam jangka panjang, diet ketogenik dapat menyebabkan risiko kesehatan seperti gangguan ginjal, gangguan hati, kekurangan vitamin dan mineral, serta berpengaruh negatif terhadap metabolisme tulang.

Jadi, Sebaiknya Dijalankan atau Tidak?

Meskipun dapat menjadi alternatif program penurunan berat badan, diet ketogenik sesungguhnya sangatlah ketat sehingga sulit diikuti dalam jangka panjang. Hal ini perlu diwaspadai karena diet semacam ini umumnya bersifat "yo-yo", di mana berat badan cenderung naik kembali setelah program diet.


Selain itu, diet ketogenik umumnya berkaitan dengan konsumsi daging merah serta makanan olahan tinggi lemak dan garam yang tidak sehat. Akibat jangka panjangnya terhadap kesehatan pun belum diketahui dengan pasti.


Menjalankan pola makan sehat dan seimbang yang kaya akan sayur dan buah, bijian utuh, dan kacang-kacangan serta memilih sumber protein dan lemak sehat tampaknya akan lebih baik untuk kesehatan Anda.


Tak lupa, batasi asupan gula harian yang dapat menyumbang asupan kalori berlebih sehingga berkaitan dengan kegemukan dan masalah kesehatan lainnya. Sulit menjauhkan diri dari rasa manis? Tak perlu khawatir!


Pilihlah rasa manis yang lebih sehat, seperti pada pemanis rendah kalori Tropicana Slim. Merupakan produk bebas gula dan rendah kalori, Tropicana Slim Sweetener Honey dapat memberikan rasa manis madu yang nikmat pada makanan dan minuman Anda tanpa rasa khawatir.

Sumber: detik.com

Editor: tom.