HETANEWS

Pelari Perempuan Tuduh Program Latihan "Nike" Kejam, Membuatnya Ingin Bunuh Diri

Mantan pelari AS, Mary Cain (Courtesy: Twitter).

Oregon,Amerika Serikat, hetanews.com - Nike akan mengkaji dugaan pelecehan pelari Mary Cain ketika ia menjadi bagian dari kelompok pelatihan Alberto Salazar. Pelari itu mengatakan telah mencapai titik di mana ia mulai berpikir untuk bunuh diri.

Cain bergabung dengan Proyek Nike Oregon yang dikelola oleh Salazar pada tahun 2013, setelah ia menyelesaikan final lomba lari 1.500 meter dan kejuaraan dunia ketika baru berusia 17 tahun. Proyek itu kini dibubarkan.

Dalam sebuah video-essay, Cain, yang kini berusia 23 tahun, mengatakan kepada suratkabar The New York Times bahwa ia bergabung dengan Nike karena ia “ingin menjadi atlet perempuan terbaik yang pernah ada.”

“Sebaliknya saya justru dilecehkan secara emosional dan fisik oleh sistem yang dirancang Alberto dan didukung Nike,” ujarnya.

Nike: Tuduhan Mary Cain Sangat Meresahkan

Nike mengatakan tuduhan yang belum pernah disampaikan Mary Cain dan kedua orang tuanya sebelumnya itu “sangat meresahkan.” Mary berupaya untuk bergabung kembali dengan Proyek Oregon dan tim Alberto pada April lalu, dan belum pernah mengangkat kekhawatiran tentang proses pelatihan di proyek itu.

Perusahaan pakaian dan peralatan olahraga raksasa itu menambahkan “akan melihat seluruh tuduhan itu secara sangat serius dan akan segera meluncurkan penyelidikan untuk mendengar dari sejumlah mantan atlet Proyek Oregon.”

Cain menuduh bahwa di bawah arahan Salazar ia diharuskan menurunkan berat badan dan menciptakan “target” 114 pounds atau 51 kilogram.

“Dia (Salazar.red) biasanya akan menimbang saya di depan rekan-rekan satu tim dan secara terbuka mempermalukan saya tidak mencapai target yang ditetapkannya,” ujar Cain.

Cain mengatakan setelah mengikuti salah satu perlombaan pada tahun 2015, ia mengatakan kepada Salazar dan psikolog olahraga tim itu bahwa ia telah berupaya bunuh diri tubuh saya dan mereka justru secara garis besar mengatakan “kami ingin beristirahat.” Saya pikir hal itu seperti pukulan di kepala di mana saya merasa “ini sistem yang sakit.”

Badan Anti-Doping Amerika Sudah Beri Sanksi pada Salazar

Badan Anti-Doping Amerika melarang Salazar memainkan peran dalam dunia olahraga selama empat tahun karena telah bereksperimen dengan suplemen dan testosterone yang dibiayai dan didukung oleh Nike, serta memiliki dan memperjualbelikan testosterone. Nike menutup program elit yang dikelola Salazar itu. Bulan lalu Nike mengatakan CEO Mark Parker juga akan mengundurkan diri awal tahun depan.

Cain mengatakan “tubuh remaja-remaja putri dihancurkan oleh sistem yang kejam, baik secara emosional maupun fisik. Itu perlu diubah.”

Berupaya Keras Pangkas Berat Badan, Mary Cain Tidak Menstruasi Tiga Tahun

Ketika berupaya keras memangkas berat badannya, Cain mengatakan ia tidak mengalami menstruasi selama tiga tahun dan mengalami patah tulang sebanyak lima kali. Ditambahkannya, Salazar ingin memberinya “pil KB dan diuretik untuk menurunkan berat badan, yang kemudian tidak diijinkan untuk digunakan dalam olahraga lintasan dan lapangan.”

Cain mendapat dukungan luar biasa dari komunitas pelari. Shalane Flanagan mendukungnya lewat Twitter dengan mencuit “saya tidak tahu hal itu akan sedemikian buruknya. Saya minta maaf Mary karena tidak pernah berupaya mendekatimu ketika melihat kamu berjuang. Saya membuat alasan bagi diri saya sendiri bahwa saya seharusnya tidak mencampuri urusanmu. Kami mengecewakanmu. Saya tidak akan pernah mengabaikanmu lagi.”

Cain membalas Flanagan dengan mencuit “saya tidak dapat menggambarkan betapa berharganya dukungan ini bagi saya. Saya takut dilupakan oleh komunitas di mana saya mengabdikan hidup. Tetapi bersama-sama kita dapat mengubah banyak hal. Sebagai atlet, mudah untuk menyerahterimakan agensi kita pada orang lain, tetapi pelatih baru dapat mengubah sistem ini.”

Shalane Flanagan✔@ShalaneFlanagan

I had no idea it was this bad. I’m so sorry @runmarycain that I never reached out to you when I saw you struggling. I made excuses to myself as to why I should mind my own business. We let you down. I will never turn my head again.https://www.nytimes.com/2019/11/07/opinion/nike-running-mary-cain.html 

 

Opinion | I Was the Fastest Girl in America, Until I Joined Nike

Mary Cain’s male coaches were convinced she had to get “thinner, and thinner, and thinner.” Then her body started breaking down.

nytimes.com…

9.126

21.47 - 7 Nov 2019

Info dan privasi Iklan Twitter

978 orang memperbincangkan tentang ini

Cain membalas Flanagan dengan mencuit “saya tidak dapat menggambarkan betapa berharganya dukungan ini bagi saya. Saya takut dilupakan oleh komunitas di mana saya mengabdikan hidup. Tetapi bersama-sama kita dapat mengubah banyak hal. Sebagai atlet, mudah untuk menyerahterimakan agensi kita pada orang lain, tetapi pelatih baru dapat mengubah sistem ini.”

Mary Cain@runmarycain

Thank you @ShalaneFlanagan - I can’t express how much this meant to me. It was scary to feel so forgotten by a community I devoted my life to. But together we can change things. As athletes, it’s easy to hand our agency to others, but new coaches can change the system. https://twitter.com/shalaneflanagan/status/1192453615287332864 …

Shalane Flanagan✔@ShalaneFlanagan

I had no idea it was this bad. I’m so sorry @runmarycain that I never reached out to you when I saw you struggling. I made excuses to myself as to why I should mind my own business. We let you down. I will never turn my head again.https://www.nytimes.com/2019/11/07/opinion/nike-running-mary-cain.html …

4.470

23.16 - 7 Nov 2019

Info dan privasi Iklan Twitter

269 orang memperbincangkan tentang ini

Pada akhir video berdurasi tujuh menit itu, Cain mengatakan “saya benar-benar berharap pada olahraga ini dan saya berencana tetap lari untuk lagi. Bagian dari alasan mengapa saya melakukan hal ini karena saya ingin mengakhiri babak ini dan memulai babak baru.”

Mary Cain@runmarycain

Updated article with my first response to Nike’s statement. But this story is still not over. I want to ensure the necessary action is taken to protect future athletes. https://www.nytimes.com/2019/11/07/opinion/nike-running-mary-cain.html?smid=nytcore-ios-share …

 

Opinion | I Was the Fastest Girl in America, Until I Joined Nike

Mary Cain’s male coaches were convinced she had to get “thinner, and thinner, and thinner.” Then her body started breaking down.

nytimes.com

2.005

02.15 - 9 Nov 2019

Info dan privasi Iklan Twitter

392 orang memperbincangkan tentang ini

Sumber: voaindonesia.com

Editor: tom.