HETANEWS

Pengerjaan Lapen di Samosir Diprotes Warga

Warga memperlihatkan hasil pengerjaan lapen yang tidak mengikat dengan ter. (foto/stm)

Samosir, hetanews.com - Pengerjaan lapen  yang dikerjakan CV. Lios, menuai protes dari warga, khususnya di Dusun 2,  Desa Ronggur Nihuta, Kecamataan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir.

Sebelumnya, pekerjaan ini juga sempa viral di media sosial (Medsos) yang dibagikan ke grup WA,  beberapa hari yang lalu.

Pengamatan awak media Hetanews.com, di lapangan, Jumat (8/11/2019), lalu, pengerjaan tersebut menggunakan dana APBD tahun 2019, dengan pagu Rp. 199.750.000, dan tampaknya asal dikerjakan.

Hal ini terbukti, ketika wartawan melihat kondisi pengerjaan tersebut yang tidak sesuai dengan harapan warga.

Tumpukan pasir yang begitu banyak seusai pengerjaan jalan lapen di Dusun 2. (foto/stm)

Proyek itu dikerjakan dalam hitungan hari yang menggunakan tenaga kerja lebih kurang 15 orang, ujar Kepala Desa Ronggur Nihuta, Jonner Hasoloan Naibaho, ketika dikonfirmasi, di ruang kerjanya, Jumat (8/11/2019) lalu.

Guna menutupi perhatian warga, jalan lapen yang sudah dikerjakan ini, ditutupi dengan pasir yang sangat banyak.

Begitu juga dengan jalan lapen yang dikerjakan ini, ketika dikorek dengan menggunakan satu jari oleh warga, tampak jelas "ter" tersebut tidak mengingat dengan krikil dan sangat mudah tercongkel.

Dikwatirkan, kwalitas jalan ini akan gampang rusak, apalagi saat hujan turun, ujar warga yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan.

Kondisi jalan lapen yang dikerjakan oleh pihak rekanan di Desa Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir. (foto/stm)

Warga berharap, pihak Dinas PU Samosir agar serius menyikapi hal ini, berhubung pekerjaan ini dari dinas tersebut.

Warga juga mengaku tidak nyaman saat melintasi jalan itu karena warga takut terpeleset dan jatuh,  berhubung jalan lapen ini berpasir.

Di lokasi proyek, wartawan juga melakukan pengukuran pengerjaan panjang jalan lapen, guna memastikan berapa jauh pengerjaan jalan tersebut.   

Penulis: stm. Editor: gun.