HETANEWS

AS Tuduh Arab Saudi Rekrut 2 Karyawan Twitter sebagai Mata-Mata

Logo Twitter (picture alliance/AP Photo/J.Chiu)

Washington, D.C., hetanews.com - Dua mantan karyawan Twitter dan seorang mantan karyawan keluarga Kerajaan Arab Saudi dituntut di Amerika Serikat (AS) karena dituduh memata-matai kritikus pemerintah Arab Saudi dengan imbalan sejumlah uang.

Ali Alzabarah yang merupakan warga Saudi dan Ahmad Abouammo yang merupakan warga AS, keduanya pernah menjadi karyawan Twitter, pada Rabu (06/11) dituduh telah bekerja untuk Kerajaan Arab Saudi tanpa terdaftar sebagai agen asing.

Dua mantan karyawan itu dituduh telah mengambil data pribadi para pengguna dan kritikus ternama keluarga Kerajaan Saudi dan memberikannya kepada pemerintah Saudi dengan bantuan seorang yang bernama Ahmed Almutairi sebagai perantara.

Akun-akun yang dijadikan target adalah akun seorang presenter berita dan seorang kritikus pemerintah Saudi terkenal yang memiliki lebih dari 1 juta pengikut di media sosial.

Abouammo ditangkap di Seattle, Washington, sementara dua orang lainnya ditangkap di Arab Saudi.

Pada Rabu waktu setempat, hakim telah memerintahkan pencekalan terhadap Abouammo agar tetap berada dalam tahanan selama menunggu sidang yang akan digelar pada Jumat (08/11).

Akun diakses guna dapatkan data pribadi

Tuduhan terhadap Abouammo merinci bahwa ia telah berulang kali mengakses akun Twitter milik dua kritikus terkemuka keluarga Kerajaan Saudi.

Contohnya, Abouammo dapat melihat alamat e-mail dan nomor telepon dari salah satu akun. Dia juga telah mengakses informasi pribadi dari kritikus lainnya.

Sebagai imbalan, Alzabarah dan Abouammo mendapatkan uang ribuan dolar ditambah hadiah-hadiah lain seperti jam tangan mahal.

“Informasi ini bisa saja digunakan untuk mengidentifikasi dan mendeteksi lokasi para pengguna Twitter yang mempublikasikan kritikannya,” kata Departemen Kehakiman AS dalam keterangan tertulis.

Saudi Arabien Mohammed bin Salman (picture-alliance/dpa/V. Jones)

Arab Saudi diduga telah membayar karyawan Twitter untuk menjadi mata-mata.

Twitter apresiasi FBI, Arab Saudi bungkam

Situs mikroblogging Twitter mengapresiasi FBI dan Departemen Kehakiman AS yang telah menjalankan investigasi kasus ini.

“Kami sadar bahwa ada aktor-aktor jahat yang akan berusaha merusak layanan kami,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

“Kami juga paham bahwa ada risiko luar biasa yang dihadapi oleh pengguna Twitter ketika membagikan perspektifnya di media sosial, termasuk ketika meminta pertanggungjawaban dari para penguasa,” tambahnya.

Sementara itu, Kedutaan Besar Arab Saudi di Amerika Serikat belum merespon permintaan wawancara terkait hal ini.

Menurut Adam Coogle, seorang peneliti dari Human Rights Watch Timur Tengah, Twitter telah menjadi platform utama bagi warga Saudi untuk mengekspresikan pandangan mereka. Sekitar sepertiga dari 30 juta penduduk Saudi merupakan pengguna aktif di Twitter.

Ini adalah kali pertama Arab Saudi - sebagai negara kaya penghasil minyak besar sekaligus sekutu AS - dituduh melakukan aktivitas pengintaian (mata-mata) di AS. Tuduhan itu muncul setelah peringatan satu tahun meninggalnya Jamal Khashoggi, kritikus Saudi terkemuka yang dibunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Hongkong Apple-Store | Archivbild 2011 (picture-alliance/AP Photo/K. Cheung)

DARI DIPECAT SAMPAI KEHILANGAN NYAWA, INI 5 KASUS HUKUM GARA-GARA SOSIAL MEDIA

Dipecat Karena Status Facebook

Samuel Crisp, karyawan Apple di Inggris pernah dipecat karena statusnya di facebook. Melalui statusnya, dia mengkritik Apple dan tunjukkan ketidakpuasan terhadap pekerjaannya. Merasa dipecat secara tidak adil, Crisp lantas menggugat Apple ke pengadilan. Namun, pengadilan memenangkan Apple karena Crisp dianggap sudah menerima pelatihan untuk tidak merusak citra perusahaan di media sosial.

Glamour's 2017 Women of The Year Awards Gigi Hadid (Getty Images/AFP/A. Weiss)

DARI DIPECAT SAMPAI KEHILANGAN NYAWA, INI 5 KASUS HUKUM GARA-GARA SOSIAL MEDIA

Dituntut karena posting foto sendiri di Instagram

Model asal AS, Gigi Hadid pernah terkena kasus hukum karena mengunggah fotonya sendiri di Instagram. Agen foto Xclusive-Lee mengajukan gugatan terhadap Hadid dan mengklaim bahwa model itu meletakkan salah satu fotonya di akun Instagram miliknya tanpa izin. Meskipun Hadid telah menghapus foto itu, pihak Xclusive-Lee menyatakan bahwa banyak pelanggaran hak cipta ditemukan di Instagram Gigi Hadid.

Dokumentarfilm SAMIN VS SEMEN (DW/A. Purwaningsih)

DARI DIPECAT SAMPAI KEHILANGAN NYAWA, INI 5 KASUS HUKUM GARA-GARA SOSIAL MEDIA

Ditangkap karena cuitan di Twitter

Kasus hukum karena cuitan di Twitter dialami oleh sutradara film dokumenter Sexy Killer Dandhy Dwi Laksono. Ia ditangkap kepolisan pada Kamis (26/9) dan ditetapkan menjadi tersangka karena cuitannya soal kerusuhan di Jayapura dan Wamena. Dandhy dituding melanggar Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) UU ITE. Sampai saat ini kasusnya masih terus berlanjut.

Jagisha Arora Ehefrau von Prashant Kanojia (Reuters/A. Fadnavis)

DARI DIPECAT SAMPAI KEHILANGAN NYAWA, INI 5 KASUS HUKUM GARA-GARA SOSIAL MEDIA

Ditangkap karena dituding mencemarkan nama baik Menteri di Twitter

Prashant Kanojia, wartawan asal India juga pernah ditangkap karena cuitannya di Twitter. Ia ditangkap karena membagikan video seorang perempuan yang diduga memiliki hubungan dengan Yogi Adityanath, Menteri Besar Negara Bagian Uttar Pradesh. Ia pun dituding mencemarkan nama baik menteri senior tersebut. Meski sempat ditahan, Mahkamah Agung perintahkan ia dibebaskan karena dinilai tidak bersalah.

Symbolbild Facebook Marktf├╝hrer Soziale Netzwerke (picture-alliance/dpa)

DARI DIPECAT SAMPAI KEHILANGAN NYAWA, INI 5 KASUS HUKUM GARA-GARA SOSIAL MEDIA

Suami bunuh isteri karena ubah status pernikahan di Facebook

Pembunuhan karena sosial media pernah terjadi di Inggris 2009 lalu. Edward Richardson (41 tahun) dinyatakan bersalah karena terbukti membunuh istrinya Sarah Richardson (26 tahun) menggunakan sebilah pisau. Fakta di pengadilan mengungkapkan bahwa Edward Richardson ternyata marah terhadap isterinya itu karena mengubah statusnya di facebok dari menikah menjadi lajang. (gtp/vlz, dari berbagai sumber)

Sumber: dw.com

 

 

 

 

 

Editor: tom.