HETANEWS

Pantas Saja Jokowi Malu, Indonesia Impor Pacul 268 Ton!

Presiden Indonesia Joko Widodo dalam acara KTT ASEAN /APT (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)

Jakarta, hetanews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti soal pengadaan barang cangkul yang masih impor. Ada ratusan ribu unit cangkul yang dibutuhkan.

"Ini puluhan ribu, ratusan ribu cangkul yang dibutuhkan masih impor. Apakah negara kita yang sebesar ini industrinya yang sudah berkembang benar, pacul cangkul harus impor?" ujar Jokowi di Rakornas LKPP di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).

Jokowi menyayangkannya. Padahal di Indonesia masih terjadi defisit transaksi berjalan.

"Enak banget itu negara yang di mana barang itu kita impor. Kita ini masih defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan, masih impor. Impor itu enak karena harganya lebih murah," kata Jokowi.

Lalu berapa banyak pacul impor yang masuk ke Indonesia?

Impor dari Cina

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima detikcom, Jumat (8/11), impor pacul sepanjang Januari-September 2019 senilai US$ 101,69 ribu dengan total berat 268,2 ton.

Di mana rincian setiap bulannya tercatat, Januari senilai US$ 8.376 dengan berat 51,6 ton, Februari senilai US$ 375 dengan berat 164 kg. Kemudian pada Maret tercatat nihil atau tidak ada impor sama sekali, sedangkan April melonjak menjadi 80,9 ton atau senilai US$ 48.128.

Selanjutnya pada Mei impor pacul tercatat senilai US$ 1.832 atau seberat 10,9 ton dan Juni tercatat senilai US$ 435 dengan berat 153 kg. Sedangkan pada Juli tercatat sebanyak 66,7 ton atau senilai US$ 33.944, selanjutnya pada Agustus masuk lagi sebesar 7 kg atau US$ 65, dan pada September masuk lagi sebanyak 57,6 ton atau senilai US$ 8.539.

Berdasarkan asal negara, impor pacul tercatat hanya dari Cina dan Jepang. Pacul yang diimpor paling banyak dari Cina.

Indonesien Benzin Tankstelle von Pertamina in Jakarta

KOMODITAS IMPOR TERBESAR INDONESIA

1. Bahan Bakar Minyak, 26 Milyar Dollar AS

Setiap tahun Indonesia membeli produk minyak yang telah diolah senilai 26 milyar Dollar AS atau sekitar 339 trilyun Rupiah. Bahan bakar minyak menempati urutan teratas dalam daftar impor terbesar Indonesia. Singapura adalah sumber terbesar dengan 54%, disusul Malaysia 16% dan Korea Selatan 15%.

USA Ölfeld in Oklahoma Symbolbild Ölbranche zittert weiter

KOMODITAS IMPOR TERBESAR INDONESIA

2. Minyak Mentah, 12,1 Milyar Dollar AS

Setelah bahan bakar minyak, pemerintah juga gemar mengimpor minyak mentah dari luar negeri, nilainya mencapai 156 trilyun Rupiah. Sebagian besar minyak bumi didatangkan dari Arab Saudi (32%), Nigeria (26%) dan Azerbaidjan (17%).

Israel beginnt mit Gasförderung aus dem Tamar-Feld vor der Küste

KOMODITAS IMPOR TERBESAR INDONESIA

3. Gas Elpiji, 4 Milyar Dollar AS

Meningkatnya permintaan akan gas Elpiji memaksa pemerintah membuka keran impor. Tahun 2014 silam Indonesia mengimpor gas senilai 54 trilyun Rupiah, antara lain dari Qatar (49%), Uni Emirat Arab (24%) dan Arab Sauid (18%).

Indonesien Autofabrik 2014

KOMODITAS IMPOR TERBESAR INDONESIA

4. Suku Cadang Kendaraan, 3 Milyar Dollar AS

Setiap tahun Indonesia mengimpor suku cadang kendaraan senilai 39 trilyun Rupiah dari Jepang (43%) dan Thailand (32%). Produk tersebut terutama ditujukan untuk produksi otomotif dalam negeri, yang menurut Kementerian Perindustrian, kapasitasnya sudah menembus angka 2 juta unit per tahun.

BND Satellitenschüssel in Bad Aibling 06.06.2014

KOMODITAS IMPOR TERBESAR INDONESIA

5. Telekomunikasi dan Penyiaran, 2,7 Milyar USD

Melonjaknya pertumbuhan industri penyiaran dan telekomunikasi ikut berimbas pada neraca impor Indonesia. Tahun 2014 silam Indonesia mengimpor perlengkapan digital senilai 35 trilyun Rupiah. Kebanyakan alat telekomunikasi dan penyiaran yang dibeli Indonesia berasal dari Cina (62%) dan Vietnam (33%)

Symbolbild Netzwerk - Netzwerkkabel in einem Serverraum

KOMODITAS IMPOR TERBESAR INDONESIA

6. Komputer, 2,2 Milyar USD

Cina dan Vietnam lagi-lagi mendominasi produk impor komputer di Indonesia dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 62% dan 11%. Tahun 2014 nilai barang yang kita impor mencapai 28 trilyun Rupiah. Negara lain yang ikut menjual produk komputernya ke Indonesia adalah Singapura dan Malaysia.

zur Nachricht - Preise für Lebensmittel fallen auf 5-Jahrestief Symbolbild

KOMODITAS IMPOR TERBESAR INDONESIA

7. Gandum, 2 Milyar USD

Untuk memenuhi kebutuhan industri pangan dalam negeri, Indonesia setiap tahun mengimpor gandum senilai lebih dari 26 trilyun Rupiah. Sumber terbesar adalah Australia (54%), Kanada (19%) dan Amerika Serikat (14%)

Respon Airlangga Hartarto

Para menteri kabinet kerja pun merespon hal ini, dengan mengatakan bahwa produksi sebenarnya sudah siap namun pihak pembelinya saja yang belum sadar. Kampanye pacul dalam negeri disebut akan dilakukan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa industri dalam negeri bisa memproduksi pacul sesuai kebutuhan yang ada. Salah satu yang mampu memproduksi pacul adalah BUMN, Barata.

"Cangkul itu urusan teknis. Kalau industri dalam negeri kan secara teknis bisa memproduksi, dan itu tentunya bagian yang diperlukan adalah seperti yang disampaikan Pak Presiden, Kementerian yang bisa menyerap cangkul, kalau urusan produksi Barata bisa produksi," jelas Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (7/11).

Dia akan mencari cara bagaimana menyerap produksi pacul, yang belakangan ini membuat Presiden Jokowi malu.

"Kalau sekarang kapasitas nasional terserap kira-kira 500 ribu, nanti kita tingkatkan bagaimana dengan Tim TKDN bagaimana user-nya ditambah," kata Airlangga.

Tingkatkan Produksi Pacul

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang mengungkapkan masih banyaknya pacul impor yang masuk ke Indonesia dikarenakan rendahnya kesadaran dari para pembeli alias off-taker nasional terhadap pacul asli buatan tanah air.

"Kesadaran dari off-taker, kesadaran dari mereka yang belanja cangkul, pacul. itu yang sekarang kita sosialisasikan, khususnya kalau belanja pacul yang anggarannya dari APBN itu akan kita wajibkan untuk belanja dari dalam negeri," kata Agus di Kantor Kemenko Perekonomian.

Agus sendiri menjabat sebagai Ketua Tim Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), untuk itu dia akan berkampanye kepada seluruh pembeli agar menyerap pacul dalam negeri. Salah satunya dengan meminta kepada para BUMN, kementerian/lembaga ikut mengkampanyekan pacul produksi dalam negeri.

"Sekarang kami dorong adalah mengkampanyekan produk-produk dalam negeri agar bisa diprioritaskan dalam belanja-belanja, baik belanja modal maupun belanja barang dari APBN atau lembaga atau perusahaan khususnya BUMN-BUMN itu kita akan secara masif melakukan kampanye," ucap Agus.

Pengusaha: "Malu-maluin"

Bukan cuma menteri, kalangan pengusaha pun merespon. Menurut pengusaha impor pacul sangatlah memalukan dan tidak masuk akal, mereka meminta pemerintah segera ikut andil dalam menghubungkan produsen dan pemakai pacul.

Ketua umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani, menyayangkan masih adanya impor pacul. Rosan menyebut hal ini sangat memalukan dan menyedihkan.

"Mestinya sih pacul enggak usah impor ya, terus terang saya setuju sama Bapak Presiden. Malu-maluin, apapun alasannya mestinya enggak masuk akal, pacul gitu kan, menyedihkan," ucap Rosan di sela Rakernas Ekonomi Kreatif Kadin, di Hotel Sultan, Jakarta.

Selanjutnya, dia juga meminta pemerintah untuk menghubungkan dan mengintegrasikan produsen dengan pemakai pacul.

"Industri bisa dibangun dan dikerjasamakan dengan UMKM, yang penting gimana satukan produsen dan pemakainya, ini lah pemerintah harus berperan hadir juga," papar Rosan.

Sumber: dw.com

 

 

 

 

 

 

 

Editor: tom.