HETANEWS

Hefriansyah Kembali Periksa Budi Utari, Apa Hasilnya?

Walikota Hefriansyah

Siantar, hetanews.com - Walikota Hefrianyah memanggil Sekda non aktif Budi Utari untuk diperiksa. Pemanggilan ini merupakan panggilan kedua setelah Budi Utari mangkir dari pemanggilan pertama Rabu 30 September 2019. Hefriansyah memeriksa Budi di Balaikota, Jumat (8/11/2019) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Selain Walikota dan Budi, turut hadir Plt BKD Zainal Siahaan, Plt Inspekotarat Eka Hendra dan Kabid Perencanaan BKD Farhan Zamzamy yang mengikuti proses pemeriksaan tersebut. 

"Pemeriksaan hanya 25 menit, setelah saya duduk handphone saya diambil. Katanya tidak boleh handphone dalam ruangan," ungkap Budi Utari dalam jumpa pers, Jumat sore.

Menurut dia, pemeriksaan oleh dirinya terkesan terburu-buru. Budi mensinyalir ada kejanggalan dalam pemeriksaan tersebut. Sebelum materi pemeriksaan berlangsung, Budi menginterupsi lalu mengkoreksi surat pemanggilan dirinya oleh walikota.

Dalam argumennya, Budi menegaskan surat itu tak sesuai dengan Perka BKN [peraturan kepala badan kepegawaian negara]. Meski begitu Hefriansyah tetap melanjutkan pemeriksaan. 

"Sempat ditengah jalan saya bilang 'Jangan materi ini Bapak bacakan. Seakan-akan saya tak mau diperiksa, tapi saya siap diperiksa. Apa gunanya, surat pemanggilan ini sudah salah. Nanti pemeriksaan ini tak berlaku'. Ku sampaikan itu saat saya menyela pemeriksaan," ungkap Budi.

Situasi pemeriksaan itu, lanjut Budi, Hefriansyah tak menghiraukan ucapannya. Meski begitu, Budi tetap bertahan dengan pendapatnya, jika pemeriksaan tak sesuai prosedur.

"Menurut saya surat pemanggilan itu salah, beliau [Hefriansyah] tidak menghiraukan. Selesai dibaca, penutup, 'Sehat-sehat abang?' katanya, baru disalam. Dia mau pergi dari ruangan. Sampai Farhan menyela pak wali. 'Pak berita acaranya belum diteken'. Kemudian beliau tanda tangani lalu keluar ruangan," kata Budi menceritakan.

Belum diketahui seperti apa hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Walikota terhadap Budi Utari. Pemeriksaan itu merupakan tindak lanjut dari rekomendadi KASN. Walikota memeriksa Budi bila diduga melakukan pelanggaran.

"Kalau gak ada lagi hasil pemeriksaan mungkin ke KASN lagi lah. Karena KASN yang merekomendasikan periksa ulang," kata Plt Inspektorat, Eka Hendra dihubungi terpisah. "Kalau Pak Budi nya gak koperatif, kan kembali lagi ke KASN nya," ungkapnya.

Menurut Eka, selama walikota memeriksa Budi tidak kesimpulan atau titik temu. "Iya, artinya ini, dia [Budi] tidak mau diperiksa karena surat pemanggilan itu tidak cocok sama dia, jadi tidak ada titik temu," katanya.

Disinggung seperti apa poin yang menjadi kesimpulan pemeriksaan tersebut, Eka menilai pemeriksaan seperti tak berlaku. "Artinya gak mau dia nya itu diperiksa, ya macam tak berlaku lah,"imbuhnya.

Ditanya lebih lanjut apakah ada pemeriksaan selanjutnya, dia berujar, "Mungkin adalah, tapi BKD lah yang tau itu kan. Artinya sejauh mana tadi [pemeriksaan] ini hanya sikit ajanya," ucapnya.

Sayangnya, Plt BKD, Zainal Siahaan yang dihubungi pada waktu yang sama untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan tersebut, tidak menjawab panggilan. 

Baca juga: Budi Utari Sakit, Hefriansyah: Semalam Cakapnya Lain

Penulis: gee. Editor: edo.