HETANEWS

Gloria Sinuhaji SH MH, Kajari Simalungun yang Baru, Ini Profilnya

Gloria Sinuhaji SH MH, Kajari Simalungun.

Simalungun, hetanews.com - Melirik sosok Gloria Sinuhaji SH MH, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Simalungun yang baru, menggantikan Kajari sebelumnya, Irvan Paham PD Samosir SH MH yang mutasi ke Sulawesi Barat, sebagai Asisten Intelijen.

Sinuhaji sebelumnya menjabat sebagai Kajari Kabanjahe.

Di hari pertama ngantor, dia melakukan briefing dengan semua pegawai, para jaksa dan Kasi. Hal ini sangat penting untuk lebih mengenal semua pegawai di Kejari Simalungun, untuk memahami internal kantor, ujar Gloria ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/11/2019), di ruang kerjanya, didampingi Kasi Intel, Rudi Sagala SH MH dan Kasi Pidsus, Asor Olodaiv SH.

Sinuhaji mengawali karirnya di Kejari Kisaran tahun 1998, dan sudah menjalani tugas, di beberapa daerah dengan jabatan Kasi dan koordinator. Dari mulai Kisaran, Lubuk Pakam, Medan, Langkat, Jakarta Barat dan Papua.

Menikah dengan  Dr.Juliani  br Peranginangin dan telah dikaruniai 2 putra dan 1 orang putri, kata alumni dan pasca sarjana USU ini.

Beliau sangat respon dengan keberadaan media, terlihat dengan keakrabannya bertugas di setiap daerah. Bahkan, beliau juga mengenal nama - nama wartawan yang sering melakukan peliputan, di wilayah kerjanya.

Briefing bersama jaksa dan pegawai. (foto/ay)

Menurut Sinuhaji, setelah menjabat sebagai Kajari Simalungun, tidak mempunyai target apapun. Hanya bekerja dengan profesional dan semaksimal mungkin dalam penegakan hukum. Bukan hanya sebagai penuntut saja, melainkan turut mensukseskan program  pemerintah dalam pemerataan pembangunan melalui TP4D dan program Jaga Desa.

Karena untuk pemerataan pembangunan dimulai dari daerah pelosok (desa). Agar penyerapan anggaran semaksimal mungkin untuk pembangunan. Juga melakukan pendampingan proyek strategis agar pelaksanaanya sesuai RAB dan tidak menyimpang dari aturan hukum

"Kita tidak akan mencari cari kesalahan, yang terpenting pekerjaan berjalan sesuai RAB dan tidak merugikan keuangan Negara,"jelasnya.

Meski demikian, beliau tidak akan bertoleransi dengan pelanggar hukum baik pidana khusus maupun pidana umum. "Jika ditemukan adanya dugaan korupsi maka kita akan proses,"tegasnya.

Demikian juga dengan perkara pidum, kasus narkotika merupakan tindak pidana tertinggi. Untuk itu, dirinya akan duduk bersama dengan pemerintah, kepolisian, BNN dan juga masyarakat secara bersama memberantas narkotika. Karena jaringan ini sulit diberantas.

Meski sudah diberikan hukuman mati, tetap saja masih banyak beredar. Maka kita akan melakukan pendekatan moral, melalui pemuka agama dan masyarakat untuk memberantas narkotika dimulai dari diri sendiri dan lingkungan, katanya.

Sebagai Kajari, dia mengaku pernah menuntut hukuman mati kepada pemilik 300 Kg ganja. Perkara ini masih dalam proses Kasasi, karena hakim memvonis pelaku selama 18 tahun, ujarnya dengan senyum.

Penulis: ay. Editor: gun.